Pemerintahan Politik

Tuesday, 7 September 2021 - 17:35 WIB

9 months yang lalu

Survei TBRC: Airlangga Tokoh Bakal Capres Paling Diinginkan Masyarakat

EBPN.COM. Di tengah merosotnya kepercayaan publik terhadap partai politik, Partai Golkar ternyata masih dinilai sebagai partai yang dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat. 

Hal itu terungkap dari survei yang dilakukan Timor Barat Research Center (TBRC) dimana 78,9 persen responden menyatakan Golkar merupakan Parpol yang sukses dekat dengan masyarakat. 

“Partai Golkar memiliki kemampuan untuk berada dalam lingkar kekuasaan agar dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat,” kata Direktur Eksekutif TBRC, Yohanes Romeo, kepada wartawan, Senin (6/9/21). 

Hasil Survei Tentang Dinamika Persepsi & Pilihan Masyarakat Terhadap Parpol Dan Tokoh Tokoh Bakal Capres 2024 Pasca Dua Tahun Pemilu
Survei dilakukan pada 24 Agustus – 3 September 2021.
Metodologi
• Teknik penetapan sampel dilakukan adalah probability sampling dengan cara Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 1.820 orang
• Teknik pengumpulan data survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon seluler dan Whatsapp Video Call secara langsung di 34 ibu kota Provinsi di Indonesia.
• Dimana ada sekitar 188,6 juta masyarakat–dari total keseluruhan 269,6 juta penduduk Indonesia–sudah menggunakan ponsel pintar. Ini artinya, sekitar 70,1 persen penduduk Indonesia menjadikan ponsel sebagai sebuah perangkat primer.
• Survei Lewat Telpon Dengan Mempertimbangkan Aspek Metodologis Secara Seksama Adalah Cara Yang Paling Mungkin Dilakukan Di Tengah-tengah Upaya Warga Melakukan Social Distancing untuk pencegahan pandemic covid 19
• Untuk mendapatkan sampel yang proporsional dari responden yang memiliki telpon tersebut terhadap karakteristik populasi nasional dilakukan pembobotan terhadap sampel terpilih
• Margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2.3 % dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Survei dilakukan pada 24 Agustus – 3 September 2021.
• Sampel hasil survei divalidasi untuk memastikan posisi responden yang dijadikan sampel sebagai pemilik telepon seluler digunakan Aplikasi HLR Lookup dan Lacak dengan Lihat Kode Area Operator
• Sampel hasil survei divalidasi dengan membandingkan komposisi demografi sampel dan populasi hasil sensus BPS 2020. Demografi tersebut meliputi, provinsi, gender, desa-kota, umur, etnis, dan agama.
• Bila ada perbedaan signifikan antara demografi sampel dan populasi, maka dilakukan pembobotan data sedemikian rupa sehingga komposisi demografi sampel menjadi proporsional terhadap populasi.

Kesimpulan
• Partai politik adalah kanalisasi dari kepentingan masyarakat agar diperjuangkan menjadi kebijakan negara. Karena masyarakat itu bermacam-macam sehingga kepentingannya juga beragam, parpol pun bermacam-macam. Parpollah yang mengetahui seluk-beluk proses perjuangan agar kepentingan masyarakat itu dapat diakomodasi oleh negara atau sistem politik. Parpol berada di tengah-tengah, antara negara dan masyarakat. Ia menjadi jembatan di antara keduanya. Negara memerlukan masyarakat agar tahu kebijakan apa yang semestinya dibuat. Masyarakat memerlukan negara agar kepentingannya dapat diakomodasi. Parpol berfungsi membangun dan memperlancar hubungan antara negara dan masyarakat tersebut.Parpol yang sukses adalah partai yang dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki kemampuan untuk berada dalam lingkar kekuasaan agar dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat. Namun, hal ini belum menjadi realitas di Indonesia. Masyarakat tampak tidak dekat dengan parpol dan cenderung memiliki pandangan negatif. Sebaliknya, parpol sering kali menyalahkan masyarakat ketika mendapati kenyataan persepsi negatif terhadap politisi ataupun institusi partai.
• Hasil penelitian hasil survei menyatakan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik saat ini sangat rendah, karena hanya 17,6 persen responden sedang yang menilai partai politik memiliki kinerja yang baik, sisanya sebanyak 82,4 persen menilai sebaliknya. Dukungan terhadap partai politik sangat rendah dengan alasan dari 82,4 persen menyatakan bahwa partai politik bukanlah institusi yang menjadi saluran buat aspirasi publik ke pemerintah, tetapi partai politik lebih menjadi alat buat elit-elit politik untuk mencapai kekuasaaan dan menguasai sumber daya alam dan sumber ekonomi yang ada dan banyak kader parpol cenderung melakukan korupsi
• Dari hasil survei ditemukan fakta bahwa masyarakat cenderung berpandangan negatif terhadap institusi parpol dan para politisi. Karena para politisilah yang mengisi lembaga DPR, persepsi terhadap DPR pun secara konsisten cenderung negatif. Menurut pendapat masyarakat dari temuan survei tingkat kepercayaan masyarakat kepada parpol dan DPR hanya berada di kisaran 52,6 persen. Ini angka terendah dibandingkan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden sebesar 89,7 persen, KPK 70,4 persen, POLRI 80,9 persen dan TNI 85,9 persen.
• Dari hasil temuan survei Parpol yang paling sukses dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki kemampuan untuk berada dalam lingkar kekuasaan agar dapat mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat adalah Parpol GOLKAR dimana 78,9 persen responden menyatakan GOLKAR merupakan Parpol yang sukses dekat dengan masyarakat kemudian disusul oleh Nasdem 72,8 persen, PDI Perjuangan 70,7 persen, PKB 68,4 persen, PPP 64,8 persen, Gerindra 53,7 persen, PAN 52,9 persen, PKS 51,8 persen, Demokrat 46,3 persen.
• Dari hasil survei tingkat pilihan responden terhadap Parpol jika pemilu legislative di gelar hari dengn simulasi pertanyaan top of mind atau terbuka maka hasilnya sebanyak 14,2persen memilih PDI Perjuangan disusul GOLKAR 13,7 persen, Gerindra 12,2 persen, Demokrat 3,7 persen, PKB 5,8 persen,Nasdem 3,9 persen , PKS 3,1 persen ,PPP 2,6persen, PAN 3,3 persen dan Gabungan Partai Politik lainnya 4,7 persen. (Sementara) yang belum menjawab 32,2 persen
• Hasil Survei tentang tingkat pilihan responden terhadap Parpol dalam simulasi survei semiterbuka dengan menyodorkan nama parpol maka hasilnya PDI-Perjuangan tetap teratas dengan 17,6 persen dan disusul Partai GOLKAR 17,4 persen,Partai GERINDRA 14,2 persen,Partai Demokrat 4,1 persen, PKB 7,3 persen, Nasdem 4,1 persen, PKS 3,2 persen, PPP 2,7 persen, PAN 2,2 persen dan gabungan partai partai lainnya tetal dibawah 5,7 persen dan belum memilih sebanyak 20,1persen

Hasil Survei Tokoh Bakal Presiden yang diinginkan masyarakat Sebagai Presiden RI ke 8 Yang Mampu Melakukan Transformasi Negara Indonesia dalam Menghadapi dampak Covid 19 yang di inginkan Masyarakat Untuk Melanjutkan Program –Program Jokowi
• Dari Temuan Survei Adapun yang diinginkan masyarakat dalam kepemimpinan 2024-2029 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi untuk meneyelesaikan dampak buruk atau menurunnya kesejahteraan masyarakat akibat dampak covid 19 dan juga pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan Hak Asasi Manusia. Ha ini tergambar Dari Jawaban Para Responden didapati sebanyak 90,8 persen Respoden Menginginkan Bakal Presiden RI ke 8 Harus Credible, artinya mempunyai sifat konsisten dan komitmen yang tinggi apa yang diucapkannya dengan yang diperbuat dan sebanyak 96,3 persen menginginkan Presiden RI ke 8 memiliki Creation Opportunities, artinya menciptakan peluang bagi orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ,sebanyak 93,7 persen responden menginginkan Presiden RI ke 8 menunjukkan (Carying)kepedulian kepada orang Masyarakat sehingga masyarakat merasa di ikut sertakan dalam mengelola pemerintahan .dan sebanyak 87,6 persen respoden menginginkan Presiden RI ke 8 mempunyai dan mampu ketrampilan komunikasi yang baik dengan masyarakat .
• Sementara yang diinginkan masyarakat dalam kepemimpinan 2024-2029 adalah kepemimpinan atau tokoh yang memiliki Pengalaman Di Pemerintahan diinginkan oleh 94,4 % respoden ,Pengalaman Di Legislative 74,8 % ,Didasarkan Kemampuan dan Prestasi saat Menjabat Di Pemerintahan dan Legislative (90,7% )dan Didasarkan Pada Pengalaman Berorganisasi dan Memimpin Organisasi Politik (59,6%) sealin itu juga masyarakat menginginkan presdien RI ke 8 memiliki tiga aspek selain itu juga harus memiliki tiga aspek dalam Kepemimpinan Transformasional seperti yang dimiliki oleh Presiden Jokowi dimana
• Selain dari hal Pengalaman masyarakat juga meninginkan Presiden RI ke 8 Sebanyak 92,7 Persen dari jawaban Responden menginginkan dan memberikan pendapat bahwa Presiden RI ke 8 harus memiliki kemampuan untuk untuk menggambarkan, menjelaskan dan meyakinkan Masyarakat tentang kondisi masa depan yang diinginkannya sekaligus mewujudkannya dan sebanyak 90,8 persen Presiden RI ke 8 harus memiliki pengaruh, kendali politik dan kuasa terhadap kelompok elit politik ,Parpol dan legidlative sehingga mendapatkan dukungan yang kuat untuk mencapai tujuannya atau program progranya sedangkan sebanyak 95,8 persen responden menginginkan Presiden RI ke 8 bukan seorang peragu tetapi memiliki Self Confidence yang terukur adalah kepercayaan diri untuk bertindak yang bersumber dari pengalaman selama menjadi pemimpin dan masa lalunya seperti Vision , Power,Self Confidence yang dimiliki oleh Jokowi hal ini tergambar dari animo masyarakat dalam hasil survey ini
• Tingkat Elektabilitas Tokoh didasarkan pada Empat Ukuran perilaku spesifik & 3 (tiga) aspek dalam Kepemimpinan Transformasional Untuk Bakal Presiden RI ke 8 yang dipilih Masyarakat (Responden) dengan simulasi nama nama tokoh yang di sodorkan pada responden maka tokoh yang paling banyak dipilih oleh responden adalah Airlangga Hartarto sebanyak 18,30%, dan selanjutnya Prabowo Subianto yang dipilih oleh 9,20% responden. Pada posisi ketiga ada nama Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 7,10% responden diikuti oleh Puan Maharani yang dipilih oleh 6,50% responden dan Gatot Nurmantyo yang juga dipilih oleh 6,50% responden. Selanjutnya ada nama Muldoko yang dipilih oleh 6,10% responden, Tri Rismaharini yang dipilih oleh 5,60% responden, La Nyalla Mattalitti yang dipilih oleh 3,40%. Selanjutnya ada nama Sri Mulyani yang dipilih oleh 3,30% responden dengan Anies Baswedan yang juga dipilih oleh 3,30% responden. Ridwan Kamil dipilih oleh 2,10% responden dan Agus Harimurti Yudhoyono yang juga dipilih oleh 2,10% responden. Selanjutnya ada nama Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,20% responden dan terakhir ada nama Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 1,10% Responden sedangkan yang belum memilih ada 24,20% responden
• Tingkat Elektabilitas Tokoh Bakal Capres 2024 Didasarkan pada Faktor Pengalaman, Kemampuan dan Prestasi dengan simulasi nama nama tokoh yang di sodorkan pada responden maka didapatkan hasil dengan tingkat elektabilitas tertinggi adalah Airlangga Hartarto yang dipilih oleh 18,90% responden dan selanjutnya ada nama Prabowo Subianto yang dipilih oleh 9,20% responden, Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 7,40% responden dan Puan Maharani yang dipilih oleh 6,60% responden. Selanjutnya ada nama Muldoko yang juga dipilih oleh 6,60% responden, Gatot Nurmantyo yang dipilih oleh 6,10% responden, Tri Rismaharini yang dipilih oleh 5,30% responden. Selanjutnya ada nama Anies Baswedan yang dipilih oleh 4,40% responden, La Nyalla Mattalitti yang dipilih oleh 3,70% responden, Sri Mulyani yang dipilih oleh 3,30% responden, Ridwan Kamil yang dipilih 2,40% responden. Agus Harimurti Yudhoyono dipilih oleh 2,30% responden, selanjutnya Khofifah Indar Prawangsa yang dipilih oleh 1,40% responden dan terakhir ada nama Muhaimin Iskandar yang dipilih oleh 1,10% responden. Sedangkan yang belum memilih sebanyak 21,20% responden

Survei ini dibiayai oleh dana mandiri dari Timor Barat Research Center sebagai Lembaga yang peduli dengan masa depan Bangsa Indonesia

Salatiga 5 September 2021

Yohanes Romeo S.Psi
Direktur Eksekutive TBRC
0821-22309-3212

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya