Politik

Friday, 9 July 2021 - 11:05 WIB

1 year yang lalu

SIAPA FIGUR PEMIMPIN PAPUA YANG SANGAT TEPAT UNTUK MENJABAT WAKIL GUBERNUR PAPUA ?

Siapa figur yang tepat untuk calon pengganti untuk posisi Wakil Gubernur Papua penggati Alm. Bp. Klemen Tinal, adalah salah issue yang agak banyak dibicarakan di beberapa Media Online di Papua pada saat ini. Prosedural pergantian wakil Gubernur Papua itu sepertinya akan mengacu kepada Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada)  Pasal 176 ayat (1) yang Berbunyi: Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.


Dan ayat (2) yang berbunyi Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota, untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Jadi, urutannya adalah Partai-partai yang tergabung dalam koalisi Lukmen jilid 2, mengusulkan kepada DPRP melalui Gubernur Papua, bisa 1 nama atau 2 nama calon wakil Gubernur tersebut, lalu DPRP Menetapkan selanjutnya dikirimkan ke Presiden melalui Mendagri untuk dimintakan pengesahannya.


Dari beberapa ketua Partai Koalisi PAPUA BANGKIT JILID II memang banyak yang berminat untuk bisa menjadi Wakil Gubernur Papua sampai tahun 2023 ini. Namun, permasalahannya jabatan Wakil Gubernur Papua yang akan diduduki tersebut, mempunyai nilai yang sangat STRATEGIS ketika Pilgub Papua tahun 20204 nanti. Dan yang pastinya dalam bekerja haruslah bisa cocok dan sejiwa dengan Bp. Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua.

Dari beberapa nama ketua Partai Koalisi seperti Abock Busup (PAN), Mathius Awoitau ( Nasdem), Kenius Kogoya ( Hanura ), Fernando Yansen Tinal ( Golkar ), Ramses Wally ( PKPI ), Yunus Wonda ( Demokrat ). Tentang calon dari Partai Demokrat, sebenarnya sudah terwakili oleh Bp. Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua, dan memang sebaiknya untuk calon wakil Gubernur adalah dipilih salah seorang dari Ketua Partai Koalisi Pendukung Lukmen Jilid II.  Partai Hanura adalah Partai yang Pertama mendukung pasangan LUKAS – KLEMEN pada Pilgub Papua 2018, pada saat itu Partai Hanura Papua memiliki 5 Kursi di DPRP Papua. Sangat logik jika untuk mengisi Kursi Wakil Gubernur Papua saat ini bisa diberikan kepada Partai Hanura.


Sebagai seorang Citizen Journalis dan Pimpinan Redaksi sebuah Koran Online, fikiran saya jauh menerawang ke tahun 2024, yang mana pada tahun itu, Papua akan memasuki suatu Era Modern yang baru. Karena dalam ini berlaku konsep pada Mata Kuliah KEWRIRAAN yang menyatakan “ Siapa yang menjadi Wakil Gubernur Papua yang menggantikan Alm. Bp. Klemen Tinal, dialah nantinya yang akan mempunyai peluang terbesar untuk menjadi Gubernur Papua


Bumi Papua, belakangan ini banyak melahirkan para pemimpin Muda, namun tidak banyak pemimpin muda itu yang mempunyai bakat KEPEMIMPINAN YANG MODERN ( Sabar, Tenang, Rendah Hati, Peduli, berani, Humanis, pekerja keras dan pekerja cerdas, berprestasi dalam kinerjanya, visioner serta loyal kepada pimpinannya ).

Gaya-gaya kepemimpinan seorang tokoh yang emosional, egois, tidak loyal pada pimpinan, tidak mempunyai prestasi dalam membangun daerahnya ketika dia menjabat, adalah gaya gaya kepemimpinan Ortodoxs dan akan ketinggalan zaman nantinya di tahun 2024. Bapak Lukas Enembe, sebagai Gubernur Papua, tentunya akan mempertimbangkan segala aspek didalam memilih wakilnya nanti.

Jangan sampai kasus ketidak cocokan seperti dengan Sekda Papua akan terulang nantinya kepada wakil Gubernur yang akan dipilihnya untuk ikut membantunya bekerja menajalankan roda pemerintahan Provinsi Papua. Waktu selama 2,5 tahun nantinya bukan waktu yang sebentar, Bp. Lukas Enembe pasti akan sangat hati-hati didalam memutuskan siapa pengganti Alm. Bp. Klemen Tinal sekaligus adalah sebagai Penerus Tongkat Estafet kepemimpinanya kelak di tahun 2024.

Secara garis besar, ada Enam Gaya Kepemimpinan Modern berdasarkan kecerdasan emosional yang ditemukan oleh Daniel Goleman, tokoh yang memopulerkan teori kecerdasan Emosional. Enam gaya tersebut adalah Visioner, Afiliatif, Demokratis dan Humanis, Rendah Hati dan tidak Emosional , dan Ketegasan serta Religius.

Dalam tulisan ini, penulis ingin mengupas tentang sosok seorang pemimpin muda Papua yang bernama Kenius Kogoya, S.P., M.Si atau nama lengkapnya adalah Sutan Kenius Kogoya, S.P., M.Si yang biasa disapa dengan “BIG KK”. Kenius Kogoya diberikan gelar dan diangkat sebagai anak adat Minang Kabau oleh suku Panai Loendang, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan Gelar Suta Diaraja. Sama seperti Kenius Kogoya dan Lukas Enembe. Mendagri Jenderal Tito Carnavian juga pernah mendapat gelar adat Minang Kabau dari Suku Sikumbang Kamang Mudiak Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tanggal 2 April 2017 di Kota Padang, Sumatera Barat. Mendagri Tito dianugerahi gelar sangsako atau gelar kehormatan Minangkabau. Mendagri Tito Carnavian diberi gelar Sutan Rajo Pagar Alam. Isteri Mendagri Tito Carnavian,  Ibu Tri Suswati, akan diberi gelar Siti Linduang Alam.

 

Kenius Kogoya saat ini adalah menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Papua yang mana Kinerjanya selama dia menjabat cukup cemerlang dan berhasil mendapatkan beberapa AWARD dan selalu bisa menyelesaikan berbagai persoalaan yang ada dalam persiapan Pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021. Bp. Lukas Enembe ( sebagai Ketua Umum KONI Papua ) sangat cocok dan percaya penuh pada Kinerja seorang Kenius Kogoya didalam menjalankan segala tugas yang diemban oleh KONI Papua.


Usia Kenius Kogoya, masih sangat muda, kelahiran 10 Mei 1979, tentulah hal ini merupakan kekuatan bagi Kenius Kogoya untuk bisa bekerja sangat keras. Jika dibahas soal kecerdasan, Kenius Kogoya ini seorang Candidat Doktor ( S3 ) dari Universitas Cenderawasih Papua. Kedua orang tua Kenius Kogoya ( Bp. Pdt. Kinen Kogoya dan Mama Bariak Wonda ) mendidik Kenius Kogoya dengan prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah Keagamaan. Kedua orang tuanya berharap agar Kenius Kogoya nantinya jika menjadi pemimpin tetap ingat pada ajaran Tuhan dan selalu berpegang pada ayat-ayat Tuhan, berlaku KASIH pada sesama serta tidak tinggi hati dan arogan.

Kenius Kogoya adalah anak ke 4 dari 4 bersaudara, yaitu: 1. Saudara laki-laki Athias Kogoya  ( alm ) 2. Saudara perempuan Tetina Kogoya ( alm ) 3. Saudara perempuan Ina Kogoya ( alm ).

Kenius Kogoya yang pada tahun 2010 menikah dengan Irnawati Wonerenggo Kogoya,ST. M.Si dikarunia seorang anak bernama Gian C. Kogoya.

Mari kita lihat kebelakang catatan pengalaman Organisasi yang pernah di lewati oleh Kenius Kogoya yaitu :
 Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah Ketua, Ketua Pemunda GIDI Arso, Ketua Organisasi Mahasiswa Profesi (OMP) Agronomi, Ketua IMPT (Ikatan Mahasiswa Pengunungan Tengah), Sekretaris UKM PMK, Wakil Presiden BEM UNIPA, Pendiri Asosiasi Mahasiswa Papua, Wakil Ketua II Forum Demokrasi Rakyat Papua, Tim 315 Pemekaran Papua Barat, Tim Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional

 

Jika melihat deretan pengalaman berorganisasi ini, dapat dinilai bahwa Alam Papua dan Waktu yang berjalan telah menempa seorang Kenius Kogoya untuk menjadi seorang Pemimpin masa depan Papua. Dan jika dilihat catatan akurat dari pengalaman kerjanya adalah :
 Asistensi Dosen Unipa, Bidang Umum YAHAMAK, Konsultan PT.Delopnang, Ketua Kaukus Parlemen Papua, Ketua Komisi E DPRP Papua, Wakil Ketua Fraksi Pembaharuan Papua, Koordinator Gereja GIDI Papua, Ketua Bidang Ekonomi Klasis Kota Jayapura, Penatua Jemaat GIDI Efata Kotaraja, Ketua Muay Thai Papua, Wakil ketua MPI KNPI Provinsi Papua, Wakil Ketua Umum IV KONI PAPUA, SEKUM KONI PAPUA.

Dari rentetan pengalaman kerjanya ini, semakin tahun semakin meningkat, itu artinya bahwa setiap jabatan yang dilalui oleh seorang Kenius Kogoya selalu menghasilkan bukti nyata yang terbaik dari tahun-ketahun. Gaya kepemimpinan yang tenang, cerdas dan tegas dari Kenius Kogoya yang telah membawanya berhasil meraih beberapa AWARD selama menjabat SEKUM Koni Papua. Kenius Kogoya, juga sudah diangkat secara adat dan resmi diberi gelar Sutan oleh suku Panai Loendang, Kabupaten Peisisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Hal ini menunjukan bahwa ketokohan dan kepemimpinan Kenius Kogoya bukan hanya sebatas Propinsi Papua, tetapi telah memasuki Level sebagai Tokoh Muda Nasional Indonesia. Mungkin adalah suatu hal yang kebetulan, bahwa Bp. Lukas Enembe juga adalah seorang Datuk dari suku Lintau Buo, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dimasa kecilnya di Arso, Kenius Kogoya pernah bercita-cita untuk menjasi seorang Petinju dan bahkan Kenius Kogoya pernah berlatih tinju bersama guru SD yang bernama Frist Tiris. Tetapi rupanya Tuhan menentukan lain, Kenius Kogoya harus “bertinju” untuk membangun OLAH RAGA di Tanah Papua melalui jabatannya sebagai SEKUM KONI Papua.

Kenius Kogoya sangat suka Seni dan Musik, dan juga sangat memperhatikan adat dan budaya Papua. Jiwa seni dan jiwa Olah Raganya Menyatu dengan bakat kepemimpinan Alamnya, sebagai anak asli dari Distrik Ilu, Kab. Puncak Jaya, Papua. Gaya Khas Kempemipinan Pengunungan Tengah yang ditambah dengan Pendidikan Modern, sampai S3 dan juga dengan berbagai jabatan yang strategis, telah membuat seorang Kenius Kogoya menjadi Pemimpin Muda Harapan Masa Depan Papua.

Kenius selalu memanggil Bp. Lukas Enembe, sebagai KK Gubernur, sosok Lukas Enembe telah menjadi seorang pimpinan Panutan bagi Kenius Kogoya. Dimata Kenius Kogoya Lukas Enembe adalah seorang PEMIMPIN LEGENDA Papua, yang telah memecahkan Mitos bahwa Anak Koteka tidak bisa menjadi Gubernur di Papua. Kharisma Kepemimpinan Lukas Enembe sangat luar biasa, yang bisa diterima dan dihormati di seluruh wilayah Adat Papua.

Kenius Kogoya, seperti telah mendapat percikan Kharisma dari Bp. Lukas Enembe, yang mana seorang Kenius Kogoya ternyata bisa diterima oleh masyarakat Papua dari seluruh wilayah adat dan bahkan dari kalangan Non OAP di Propinsi Papua. Hal itu bisa dilihat dari koment koment masyarakat Papua yang ada di Group WA Membangun Papua. ( AI/Pimpred EBPN.com )

Link Yang Berhubungan : 

https://www.kompasiana.com/merauke2020/60d3fef606310e3b7127d892/team-relawan-kenius-kogoya-membangun-rumah-aspirasi-rakyat-papua

https://rri.co.id/jayapura/daerah/1100244/direstui-dpp-hanura-jadi-wagub-papua-kenius-kogoya-siap-mengemban-tanggung-jawab

https://www.youtube.com/watch?v=NQSY3fvO_kI

http://kawattimur.com/2019/01/28/siwo-pwi-pusat-berikan-penghargaan-golden-awards-kepada-sekum-koni-papua-serta-di-nobatkan-sebagai-koni-dinamis/

https://www.rmolpapua.id/dinilai-memiliki-kepemimpinan-konsisten-inovatif-dan-visioner-kk-di-nobatkan-the-best-figure-excellence?fbclid=IwAR1qcWeN_bLn0vr8na74s5LxLktpoVC8GSSsD8cmb2D9EWovsgF7g5-bcNc

Artikel ini telah dibaca 247 kali

Baca Lainnya