Politik

Thursday, 1 July 2021 - 09:51 WIB

11 months yang lalu

PERNYATAAN SIKAP KOMPONEN MERAH PUTIH PAPUA DAN KOMPONEN PEMUDA MERAH PUTIH PAPUA UNTUK PAPUA AMAN, DAMAI DAN SEJAHTERA

Pada hari Rabu tanggal 30 Juli 2021 pukul 14.27 WIT, bertempat di Helle Wabhouw, Pendopo Theys, Jln. Bestur Pos Sentani, Distrik Sentani Kab. Jayapura telah dilaksanakan “Pernyataan Sikap Komponen Merah Putih Papua dan Komponen Pemuda Merah Putih Papua” Untuk Papua Aman, Damai dan Sejahtera” yang dikoordinir oleh Ondoafi Kampung Sere Bapak Yanto Elluay (Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera) yang diikuti sekitar 15 orang.

Turut hadir dalam giat tsb :
a. Bapak Ali Kabiay (Ketua Pemuda Mandala Trikora Prov. Papua)
b. Bapak Yanto Eluay (Ketua Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera)
c. Bapak Sem Kogoya (Ketua Pengendali Barisan Masyarakat Pengunungan Tengah)
d. Bapak Herman Yoku (Anggota MRP Prokja Adat Papua)
e. Bapak Max Ohee (Ketua Barisan Merah Putih)
f. Eddy (SINDO NEWS)
g. Jems ( PASIFIK )
h. Surya ( MNC NEWS )
i. Robert ( CEPOS )
j. Aman ( RADIO ELSINTA )
k. Ade Irfan ( RRI )
l. Melda ( RADIO KHENEMBAY UMBAY )
m. Alan ( KABAR PAPUA )
n. Cony ( I NEWS TV )

Rangkaian kegiatan :

Pukul 14.27 WIT, Kegiatan dimulai dengam penyampaian dari bapak Ali Kabiay (Ketua Pemuda Mandala Trikora Prov. Papua) yang intinya :
a. Kami berkumpul disini untuk memberikan pernyataan sikap bahwa pada tanggal 1 Juli adalah hari Bhayangkara bukan hari Kelompok Separatis (KNPB).

Pukul 14.30 WIT, Pembacaan pernyataan sikap oleh Ali Kabiay (Ketua Pemuda Mandala Trikora Prov. Papua) :

PERNYATAAN SIKAP KOMPONEN MERAH PUTIH PAPUA & KOMPONEN PEMUDA MERAH PUTIH PAPUA :

a. Momentum 1 Juli yang bertepatan dengan hari Bhayangkara selama ini dipropagandakan oleh sebagian kecil kelompok sebagai HUT TPN/OPM. Kelompok TPN/OPM telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).

b. Kelompok ini acap kali memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan eksistensinya dengan melakukan aksi gangguan kamtibmas berupa penembakan, pengibaran bendera Bintang Kejora (BK) dan aksi kekerasan lainnya Disaat Aparat TNI – Polri bekerja keras untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di tengah-tengah masyarakat.

c. Kelompok KSTP justru merusak kedamaian dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji Setidaknya tercatat lebih dari 80 aksi gangguan keamanan oleh KSTP pada tahun 2021. Kelompok tersebut terus dan aktif menebar teror dan melakukan kekerasan serta aksi penembakan dan pembakaran terhadap rumah dan fasilitas publik yang telah mengakibatkan korban dan pihak TNI/Polri, dan masyarakat sipil luka-luka sebanyak 3 orang dan meninggal dunia sebanyak 13 orang.

d. Aksi-aksi kekerasan yang dilakukan KSTP di sejumlah wilayah di Papua diantaranya Dengan melihat berbagai dinamika dan situasi keamanan yang terjadi di tanah Papua, maka kami KOMPONEN MERAH PUTIH PAPUA dan KOMPONEN PEMUDA MERAH PUTIH PAPUA merasa perlu untuk bersama – sama dengan segenap dan seluruh elemen di tanah Papua turut serta membantu pemerintah, TNI dan Polri untuk bersama- sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, aman dan tentram, serta selalu memberikan masukan yang positif kepada pemerintah untuk kesejateraan masyarakat di Papua.

e. Kami juga merasa perlu mengeluarkan suatu pernyataan sikap sebagai bentuk aspirasi kami sehingga kami berharap aspirasi kami dapat didengar dan diteruskan oleh Pemerintah dan pihak – pihak terkait, Adapun pernyataan sikap kami adalah :

1. Menolak segala bentuk kegiatan terkait peringatan tanggal 1 Juli sebagai HUT TPN/OPM atau kelompok separatis teroris di Papua, sebab tanggal 1 Juli yang sesungguhnya ialah HUT Bhayangkara Polri.

2. Menghimbau kepada masyarakat di Papua agar tidak terprovokasi oleh kelompok separatis & teroris di Papua atau yang berafisiasi dengannya, karena nantinya hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

3. Mendukung sepenuhnya keputusan Pemerintah terhadap penetapan kelompok separatis di Papua sebagai Kelompok Separatis & Teroris di Papua (KSTP) sesuai undang – undang yang berlaku karena telah terbukti kelompok tersebut menimbulkan teror di tengah-tengah masyarakat Papua.

4. Mendukung sepenuhnya aparat TNI dan Polri untuk melakukan penegakan hukum yang terukur sesuai SOP terhadap KSTP dalam rangka menjamin serta menciptakan rasa aman dan damai dalam kehidupan beramasyarakat di Papua.

5. Mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan pandemic Covid-19 dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu patuh pada protokol kesehatan (cuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan) serta ikut dalam program percepatan vaksinasi oleh Pemerintah, sehingga Tanah Papua yang kita cintai ini terhindar dari wabah Covid-19

6. Mendukung sepenuhnya keberlanjutan Otonomi Khusus dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua sebagai upaya untuk selalu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

7. Menghimbau kepada seluruh pihak serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan PON XX Papua tahun 2021.

8. Mendorong aparat penegak hukum dan pemerintah untuk terus melakukan upaya – upaya pemberantasan penyalahgunaan anggaran dan Korupsi di Papua

9. Menyikapi situasi kondisi dan situasi kamtibmas di kabupaten Yalimo, maka kami minta masing – masing pihak agar dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan adanya tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang akan merugikan masyarakat sendiri.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat sebagai bentuk aspirasi sesuai amanat konstitusi dan undang – undang Papua, 30 Juni 2021 Komponen Merah Putih Papua Komponen Pemuda Merah Putih Papua.

Pukul 14.37 WIT, Sesi Tanya Jawab.

Pukul 14.38 WIT, Tanggapan dari Bapak Yanto Eluay (Ketua Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera) yang intinya :
a. Bahwa 1 Juli di jadikan sebagai agenda Politik dari Papua Merdeka untuk kami tegaskan bahwa tidak ada lagi 1 Juli dijadikan agenda Politik atau hari berdirinya organisasi Papua Merdeka akan tetapi kita Jadikan 1 Juli adalah hari Bhayangkara Polri.

b. Keputusan Papua sudah final bahwa Papua adalah Indonesia dan sudah diakui bahwa Papua adalah sudah sah masuk kedalam hukum wilayah Indonesia dan tidak ada lagi alasan Papua bukan bagian dari NKRI.

c. Ada 1.025 orang tokoh Papua mewalih seluruh rakyak yang ada dipapua yang hadir dan sudah memberikan sikap dan sudah menyerahkan wilayah adat kami Papua ke hukum wilayah Indonesia.

d. Hari ini kami berdiri disini sebagai komponen untuk melindungi rakyat Papua dan kami juga memberikan pernyataan bahwa tidak ada lagi 1 Juli dijadikan momentum Politik akan tetapi 1 Juli adalah hari Bhayangkara Polri.

Pukul 13.45 WIT, Penyampaian dari Bapak Herman Yoku (Anggota MRP Pokja Adat Papua) yang intinya :
a. Kalau kita berbicara pada tahun 1963 adalah sejarah, namun OPM itu timbul pertama kali di keerom

b. Jadi sejarah itu jangan dibolak balik karena tahun 1963 itu sudah final dan sah bahwa Papua itu adalah Indonesia.

Pukul 14.55 WIT, Penyampaian dari Max Ohee (Ketua Barisan Merah Putih) yang intinya :
a. Bahwa 1 Juli itu adalah hari OPM itu tidak benar.

b. Saya minta dengan tegas kepada OPM agar tidak menghasut rakyat untuk ikut dengan kalian karena bangsa Papua sudah final masuk ke NKRI.

c. Untuk generasi mudah Papua jangan ada lagi yang mudah dihasut untuk hal-hal yang tidak baik terutama tentang sejarah Papua karen sejak tahun 1963 Papua sudah masuk ke NKRI.

Pukul 15.00 WIT, Penyampaian dari Sem Kogoya (Ketua Pengendali Barisan Masyarakat Pengunungan Tengah) yang intinya :
a. Saya juga menghimbauh kepada Masyarakat Papua jangan mudah terhasut dan terprovokasi terutama momentum 1 Juli karena Papua ini adalah Bagian dari NKRI.

b. Sekali lagi saya tegaskan bahwa 1 Juli adalah hari Bhayangkara Polri bukan hari OPM.

Pukul 15.10 WIT, Kegiatan selesai dengan tertib, situasi aman dan kondusif.

( MAX ABNER OHEE, S.IP/Ketua BARISAN MERAH PUTIH PAPUA )

Artikel ini telah dibaca 137 kali

Baca Lainnya