Ekonomi Kabupaten Yalimo

Wednesday, 1 December 2021 - 11:53 WIB

1 year yang lalu

Dr. Nahor Nekwek : STRATEGI MEMBANGUN EKONOMI DAERAH

Kabupaten Yalimo adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Pegunungan Papua yang mempunyai VISI Bersama Yalimo Sejahtera, Unggul Berdaya Saing, Berbasis Sumber Daya Kearifan Lokal. Selain potensi sektor perkebunan, daerah Kabuapten Yalimo juga cocok untuk budidaya ikan atau perikanan, dan peternakan.

Disektor perkebunan, yang berpotensi dikembangkan adalah kopi, kelapa, dan beberapa lainnya, termasuk pinang. Kalau untuk pertanian padi, lokasi di Yalimo tidak bisa. Sulit, karena pengairaran atau irigasi tak ada, dan kondisi geografis tak memungkinkan. Masyarakat mulai menanam berbagai tanaman yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah di Yalimo. Untuk peternakan  yang kini dikembangkan adalah peternakan ayam dan babi. Di Yalimo, banyak masyarakat yang beternak babi. Itu potensi ekonomi yang sangat menguntungkan masyarakat. Satu ekor babi saja harganya berkisar Rp.5,6 juta. Bahkan bisa lebih dari itu. Tergantung seberapa besar babi itu.

Dengan beternak babi kata , masyarakat bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarnya, dan menyekolahkan anak – anak mereka. Masyarakat bisa dapat penghasilan dari beternak babi. Itu salah satu potensi yan dikembangkan.  Masalah pasokan kebutuhan bahan pokok dari luar Papua, seperti daging, telur, dan lainnya dibatasi. beberapa wilayah di Kabuapten Yalimo khususnya dan di Provinsi Papua Pegunungan Umumnya  berpotensi untuk dijadikan lahan peternakan, perkebunan, dan pertanian. Minimal 70 persen kebutuhan pokok masyarakat, diambil dari pelaku ekonomi di Papua dan Papua Pegunungan. Misalnya saja daging, sebenarnya peternak di Papua dan Papua Pegunungan juga mampu memasoknya. Tak harus didatangkan dari luar.

Setiap daerah mempunyai corak pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan daerah lain. Oleh sebab itu perencanaan pembangunan ekonomi suatu daerah pertama-tama perlu mengenali karakter ekonomi, sosial dan fisik daerah itu sendiri, termasuk interaksinya dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah yang dapat berlaku untuk semua daerah. Namun di pihak lain, dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi daerah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, pemahaman mengenai teori pertumbuhan ekonomi wilayah, yang dirangkum dari kajian terhadap pola-pola pertumbuhan ekonomi dari berbagai wilayah, merupakan satu faktor yang cukup menentukan kualitas rencana pembangunan ekonomi daerah.

Keinginan kuat dari pemerintah daerah untuk membuat strategi pengembangan ekonomi daerah dapat membuat masyarakat ikut serta membentuk bangun ekonomi daerah yang dicita-citakan. Dengan  pembangunan ekonomi daerah yang terencana, pembayar pajak dan penanam modal juga dapat tergerak untuk mengupayakan peningkatan ekonomi. Kebijakan pertanian yang mantap, misalnya,  akan membuat pengusaha dapat melihat ada peluang untuk peningkatan produksi pertanian dan perluasan ekspor.

Dengan peningkatan efisiensi pola kerja pemerintahan dalam pembangunan, sebagai bagian dari perencanaan pembangunan, pengusaha dapat mengantisipasi bahwa pajak dan retribusi tidak naik, sehingga tersedia lebih banyak modal bagi pembangunan ekonomi daerah pada tahun depan.

 

Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi, dan perlu mengkoreksi kebijakan yang keliru. Pembangunan ekonomi daerah merupakan bagian dari pembangunan daerah secara menyeluruh. Dua prinsip dasar pengembangan ekonomi daerah yang perlu diperhatikan adalah (1) mengenali ekonomi wilayah dan (2) merumuskan manajemen pembangunan daerah yang pro-bisnis.

Pemerintah daerah dan pengusaha adalah dua kelompok yang paling berpengaruh dalam menentukan corak pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, mempunyai kelebihan dalam satu hal, dan tentu saja keterbatasan dalam hal lain, demikian juga pengusaha. Sinergi antara keduanya untuk merencanakan bagaimana ekonomi daerah akan diarahkan perlu menjadi pemahaman bersama. Pemerintah daerah mempunyai kesempatan membuat berbagai peraturan, menyediakan berbagai sarana dan peluang, serta membentuk wawasan orang banyak.

Tetapi pemerintah daerah tidak mengetahui banyak bagaimana proses kegiatan ekonomi sebenarnya berlangsung. Pengusaha mempunyai kemampuan mengenali kebutuhan orang banyak dan dengan berbagai insiatifnya, memenuhi kebutuhan itu. Aktivitas memenuhi kebutuhan itu membuat roda perekonomian berputar, menghasilkan gaji dan upah bagi pekerja dan pajak bagi pemerintah. Dengan pajak, pemerintah daerah berkesempatan membentuk kondisi agar perekonomian daerah berkembang lebih lanjut.

Pemerintah daerah dalam mempertahankan keberlanjutan pembangunan ekonomi daerahnya agar membawa dampak yang menguntungkan bagi penduduk daerah perlu memahami bahwa manajemen pembangunan daerah dapat memberikan pengaruh yang baik guna mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang diharapkan. Bila kebijakan manajemen pembangunan tidak tepat sasaran maka akan mengakibatkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Maka manajemen pembangunan daerah mempunyai potensi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi serta menciptakan peluang bisnis yang menguntungkan dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Membentuk ruang khusus untuk kegiatan ekonomi akan lebih langsung menggerakkan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah perlu berusaha mengantisipasi kawasan-kawasan mana yang dapat ditumbuhkan menjadi pusat-pusat perekonomian wilayah. Kawasan-kawasan yang strategis dan cepat tumbuh ini dapat berupa kawasan yang sudah menunjukkan tanda-tanda aglomerasi, seperti sentra-sentra produksi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan; klaster industri, dan lain sebagainya. ( Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M )

Artikel ini telah dibaca 829 kali

Baca Lainnya