Pemerintahan Politik

Thursday, 19 August 2021 - 20:36 WIB

9 months yang lalu

Max Abner Ohee : Kenius Kogoya Paling Tepat Untuk Jadi Wagub Papua

Team Redaktur EBPN.com sore ini Kamis, 19 Agustus 2021, mendapat kesempatan untuk mengadakan wawancara khusus dengan Max Abner Ferdinand Ohee seorang Tokoh Muda Tanah Tabi yang juga merupakan Ketua BARISAN MERAH PUTIH ( BMP ) Provinsi Papua, berikut hasil wawancaranya :

Redaktur EBPN.com : “Selamat sore Bung Max, bagaimana Bung Max memandang tentang polemik penetapan 2 nama Cawagub Papua ? ”

Max Ohee : ” Begini, dalam Partai Koalisi itu, saat terakhir menjadi 2 kubu, yaitu Kubu yang setuju KK/YW serta Kubu yang tidak setuju KK/YW. Lalu ada berapa partai di team koalisi Papua Bangkit Jilid II ada 9 Partai to ? Kalau Mereka tetap bertahan dengan pilihannya, ujung-ujungnya pasti Voting. Siapa yang memperoleh dukungan yang terbanyak itulah Pilihan yang Sah dari Partai Koalisi. Saya dan juga seluruh masyarakat Papua sudah mengetahui bahwa Sudah ada BERITA ACARA dari Kubu yang setuju dan dari Kubu Yang tidak Setuju. Secara hukum, hal itu sudah sama seperti Voting. Karena dalam Demokrasi Indonesia, memang seperti itu untuk penyelesaian suatu permufakatan. Dan bisa saja Partai Koalisi SEPAKAT untuk TIDAK SEPAKAT, namun akan dihitung berapa Partai yang Sepakat dan berapa Partai yang Tidak Sepakat. Suara Partai yang terbanyak itulah yang SAH dan hal itu sama seperti Voting, apalagi ada Berita Acaranya, itu sangat SAH sebagai ALAT Bukti Hasil Mufakat.

Redaktur EBPN.com : ” Jika sama-sama bertahan, apakah bisa terjadi kemungkinan Koalisi Papua Bangkit Jilid 2 akan Bubar ? ” 

Max Ohee :Dalam dunia Politik, tidak ada hal tidak mungkin, dalam dunia politik tidak akan pernah ada Teman Yang Abadi atau musuh yang Abadi, yang ada hanya KEPENTINGAN yang Abadi, Jika koalisi Papua Bangkit Jilid 2 yang 9 Parpol ini bubar, kan masih ada yang 5 Parpol lagi. Dan yang 5 Paprpol ini yang akan mengusulkan kepada Gubernur Papua 2 nama yang akan diajukan ke DPRP, begitulah secara global tentang Koalisi Partai yang disebutkan dalam Undang-Undang no. 10 tahun 2016.

Tentang mekanisme Detail, bagaimana tatacara pengajuan Wakil Gubenur sebagai pengganti Wakil Gubernur yang meninggal dunia, tidak diatur secara detail dalam UU No. 10 Tahun 2016 maupun penjelasannya. Jadi, kekuatan HUKUM-nya, sebenarnya ada pada Gubernur Papua dan DPRP. Partai Koalisi hanya berembuk saja, untuk menentukan 2 Nama yang akan diajukan kepada Gubernur Papua.

Tentang kemungkinan koalisi ini bubar, sebenarnya menurut saya agak kecil kemungkinannya, karena saat ini mereka sedang TEST ADU KUAT, tapi kenyataannya Partai yang Setuju KK/YW masih yang terkuat. Mau tidak mau yang kalah dalam jumalah kekuatan suara harus LEGOWO menerima. Kalau mau putar-putar atau mau tahan-tahan, seperti apa ? dan berapa lama ? Karena, bisa saja yang 5 Partai yang setuju itu mengirimkan surat kepada Gubernur Papua, bahwa hasil Rapat terakhir Partai Koalisi telah SEPAKAT untuk TIDAK SEPAKAT, yang sepakat nama KK/YW ada 5 Partai, yang tidak sepakat atau yang tidak mau tanda tangan Berita Acara ada 4 Partai, Selesai…..itu sudah cukup kuat dan SAH sebagai HASIL REMBUKAN atau MUSYAWARAH dari Partai Koalisi.

Redaktur EBPN.com : ” Menurut Bung Max, yang mana diantara KK dan YW yang paling cocok sebagai wakil Gubernur Papua ? “

Max Ohee :Begini….yang memilih Wagub yang Final nantinya ada pada DPRP….tentunya kita sama sama tau, ada lobi-lobi dan juga ada saling kepentingan disana. Tetapi, kita sebagai masyarakat Papua, tentunya berharap, masih ada anggota DPRP Papua yang akan memilih berdasarkan Pertimbangan yang jauh kedepannya. Yaitu, sudah saatnya Papua ini dipimpin oleh seseorang yang baru, dari Generasi muda yang berwawasan Modern dan yang melihat Papua ini secara utuh. Masyarakat Papua juga sudah bosan dengan orang itu orang itu terus. Ini saatnya Papua mempersiapkan PEMIMPIN MUDA dan jabatan wakil Gubernur yang cuma 2 tahun ini sangat bagus jika diberikan kepada calon Pemimpin Masa Depan Papua itu. Sehingga ketika nantinya di tahun 2024, Pemimpin muda Papua ini, sudah benar-benar matang. Jika pemimpin tua yang jadi wakil Gubernur, lalu nantinya ingin maju lagi sebagai wakil Gubernur, kapan Papua ini akan berubahnya ?

Hal penting lainnya,  untuk pembangunan Papua dan untuk mensejahterakan masyarakatnya, diperlukan Hubungan yang HARMONIS dengan Pemerintah Pusat. Karena Gubernur dan Wakil Gubernur itu adalah perpanjangan tangan dari Pemrintah Pusat yang ada di Papua. Kalau nantinya wakil Gubernur itu, hubungannya TIDAK HARMONIS dengan Pemerintah Pusat, yang akan berdampak pada terhambatnya pembangunan di Papua dan juga terhambatnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Redaktur EBPN.com : ” Dari penjelasan Bung Max itu, sepertinya Bung Max berpendapat bahwa Kenius Kogoya yang lebih tepat jadi Gubernur Papua ? “

Max Ohee :Yo…itu sudah…..saya bicara blak-blakan saja, demi kemajuan Pembangunan Papua, saya melihat bahwa Figur Kenius Kogoya yang lebih tepat mendampingi Bapak Lukas Enembe. Kenius Kogoya itu seorang pekerja Keras dan Pekerja Cerdas. Kenius Kogoya waktu mudanya di Kerom dia atlit Tinju, tentu Fhisiknya sangat kuat dan tahan untuk kerja keras. Jika yang jadi wakil Pak Lukas Enembe orang yang sudah berusia tua juga, bahkan lebih tua dari Pak Lukas Enembe, bagaimana kita berharap, akan kerja kerasnya ? ”

Dan satu lagi, kita harus ingat, tahun 2024 itu adalah tahun Era Baru, Era Modern, dan orang-orang menyebutnya sebagai Era Millenium. Jadi Pemimpin Papua juga harus yang faham akan pentingnya Media dan teknologi Informasi kekinian. Itulah sebabnya dari sekarang dipersiapkan calon Pemimpin Muda Papua, yang bisa dibimbing langsung oleh Pak Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua. Anggota DPRP saya harap juga bisa mempertimbangkan hal itu, bagaimana melihat, perlunya REGENERASI KEPEMIMPINAN di Tanah Papua ini.

Redaktur EBPN.com : ” Bung Max, jika nantinya seandaimya  yang terpilih adalah Yunus Wonda, bagaimana itu…Gubernurnya dari Demokrat, wakilnya juga dari Demokrat ? “

Max Ohee :Memang. secara Hukum dan secara Politik sah-sah saja dan tidak salahnya. Tapi kalau bisa jangan terjadilah, karena apa kata Dunia, jika semuanya diborong oleh Demokrat. Pasti akan ada kehebohan Politik yang luar biasa nantinya di Papua. Saat ini saja sudah mulai Heboh…..ha …ha…ha sudah banyak berita-berita SUARA MIRING dan bahkan ada juga berita sejenis ancaman yang saya baca di media online. Kenius Kogoya ini sudah tepat, sebagai JALAN TENGAH, dengan demikian nantinya Komposisi Pemerintah Provinsi Papua adalah Partai Demokrat dan Hanura, PKB, PPP, PKPI. Ini baru namanya Demokrasi. Adil, berbagi dengan Partai Politik lainnya.

Redaktur EBPN.com : ” Sejauh mana Bung Max mengenal Kenius Kogoya ? ”

Max Ohee :Saya belum pernah bertemu dengan Kenius Kogoya, dan juga saya belum ada pernah menerima uang dari Kenius Kogoya. Bisa ditanyakan kepada Kenius Kogoya. Saya ini Ketua BARISAN MERAH PUTIH Papua, yang Cinta Tanah saya, Tanah Tabi, Tanah Papua. Saya cuma tidak ingin nantinya di Pemerintahan Provinsi Papua yang selalu bertentangan dengan Pemerintah Pusat, karena akan bisa membuat Pembangunan Papua terhambat. Kenius Kogoya itu seorang Pemimpin ORANG ASLI PAPUA, yang mempunyai wawasan yang luas, dan Visioner.

Beliau cerdas dan rendah hati serta ramah dengan semua masyarakat Papua. Kenius Kogoya benar-benar Typikal Pemimpin Modern Papua, yang sangat menghargai dan sangat menyadari akan penting technologi Informasi serta komunikasi. Hubungan Kenius Kogoya dengan Pemerintah Pusat Jakarta juga baik, tetapi Kenius Kogoya sangat peduli akan kesejahteraan dan kemajuan ORANG ASLI PAPUA. Kenius Kogoya itu, adalah anak didiknya Bp. Lukas Enembe, yang telah ditempa selama 10 tahun kurang lebih. Sehingga dia menjadi seorang yang sangat Profesional dan terbukti berprestasi, banyak penghargaan level nasional yang telah diraihnya.

Redaktur EBPN.com : ” Siaaap Bung Max…terima Kasih atas wawancaranya, sangat luar biasa, penjabaran dari Bung Max sangat tajam, cerdas dan dalam sekali.

Max Ohee : ” Sama -sama Bung Rio Saputra……Merdeka….Merdeka !!! ini masih semangat 17 Agustus ya…..

( R.S )

Artikel ini telah dibaca 207 kali

Baca Lainnya