Pemerintahan

Wednesday, 31 August 2022 - 16:31 WIB

5 months yang lalu

KEPEMIMPINAN MELAYANI ( SERVANT LEADER ), JHON MANANSANG WALLY QOUTES

Dalam upaya membangun Kabupaten Jayapura, sangat diperlukan seorang pemimpin yang “Luar Biasa”, baik dari segi pengalaman dan Ilmunya maupun ke Visioneran Kepemimpinannya. Kabupaten Jayapura mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk membawa kemajuan besar dan kesejahteraan masyarakatnya di tahun 2024 ini. Kuncinya terletak pada siapa yang akan memimpin Kabupaten Jayapura nantinya.

Konsep dan Perencanaan pembangunan Kabupaten Jayapura 2024-2030 harus benar-benar berlandaskan suatu konsep yang BRILIYANT, bukan hanya dengan konsep yang biasa-biasa saja. Selain itu, jiwa dan karakter seorang pemimpin Kabupaten Jayapura 2024 haruslah seorang pemimpin yang menganut azas-azas Kepemimpinan Modern dan demokratis. Sehingga nantinya, seorang Pemimpin itu bukan sebagai RAJA yang harus dilayani, tetapi dia haruslah menjadi seorang bagi kepentingan masyarakatnya dan pembangunan daerahnya.

Jika dipahami secara terpisah, pemimpin dan pelayan, dua kata ini arti harfiahnya berlawanan. Namun di dalam dunia kepemimpinan, dua kata ini digabung menjadi satu dan membentuk suatu gaya kepemimpinan baru yang kini banyak diterapkan di organisasi maupun perusahaan, yaitu pemimpin yang melayani.

Pemimpin yang melayani (Servant Leader), pertamakali dicetuskan oleh Robert K. Greenleaf dalam salah satu tulisan essainya di tahun 1970. Essainya ini kemudian dikembangkan lagi dan disusun menjadi buku yang berjudul Servant Leadership, yang terbit pada tahun 1977. Meski sudah ada sejak hampir setengah abad lalu, namun gaya kepemimpinan “Pemimpin Pelayan” ini baru banyak digali dan diterapkan pada tahun-tahun belakangan.

Seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan melayani akan menjadikan dirinya “pelayan” bagi semua yang berada dibawah kepemimpinannya. Semuanya ini dilakukan dalam semangat demi terwujudnya tujuan organisasi.

Seorang pemimpin pelayan akan membantu bawahannya dengan menyediakan semua hal yang dibutuhkan oleh mereka dalam melakukan pekerjaannya mewujudkan tujuan organisasi. Selain itu dia juga akan menjadi pelatih yang menunjukkan jalan kepada bawahannya untuk supaya bisa mengembangkan potensinya sampai semaksimal mungkin.

Konsep Servant Leader (SL) ini lebih dikembangkan lagi kemudian oleh Larry Spears, dengan menyusun 10 karateristik seorang pemimpin pelayan, yakni:

1. Mendengarkan (listening)

Pemimpin yang suka mendengarkan orang lain, kemudian membantu memperjelas apa yang diinginkan bawahan/timnya.

2. Empati (empathy)

Pemimpin yang berusaha memahami orang-orang disekitarnya dan mampu berempati dengan orang lain.

3. Penyembuhan (healing)

Pemimpin yang mampu menciptakan penyembuhan emosional, dan hubungan dengan dirinya sendiri, atau hubungan dengan orang lain.

4. Kesadaran (awareness)

Pemimpin yang mempunyai kesadaran untuk memahami permasalahan yang melibatkan etika, kekuasaan, dan nilai-nilai. Melihat situasi tersebut dari posisi yang seimbang dan lebih terintegrasi.

5. Persuasi (persuasion)

Pemimpin yang akan selalu berusaha meyakinkan orang lain, daripada memaksa mereka untuk patuh. Ini adalah satu hal yang paling membedakan antara model kepemimpinan tradisional yang otoriter dengan kepemimpinan Servant Leadership.

6. Konseptualisasi (conceptualization)

Pemimpin yang akan melihat masalah dari perspektif konseptualisasi, ia berfikir secara jangka panjang (visioner), dan dalam cakupan yang lebih luas.

7. Kejelian (foresight)

Pemimpin yang selalu jeli dan teliti dalam memahami kejadian-kejadian di masa lalu, realitas saat ini, dan kemungkinan konsekuensi di masa depan dari suatu keputusan yang diambil.

8. Keterbukaan (stewardship)

Pemimpin yang akan menekankan keterbukaan dan persuasi untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain.

9. Komitmen untuk Pertumbuhan (commitment to the growth of people)

Pemimpin yang memiliki rasa tanggung jawab untuk selalu berusaha meningkatkan pertumbuhan profesional karyawan dan organisasi.

10. Membangun Komunitas (building community)

Pemimpin yang mempunyai keterampilan untuk membangun dan mengembangkan komunitas.

Artikel ini telah dibaca 906 kali

Baca Lainnya