Pemerintahan Politik

Tuesday, 4 January 2022 - 14:50 WIB

11 months yang lalu

Kenius Kogoya “Berusaha Untuk Selalu Menjadi Yang Terbaik”

 
“Be yourself!” atau “Jadilah diri sendiri”, Ketika ada seseorang yang ingin menjadi seperti orang lain, kita akan mulai menasihatinya untuk menjadi diri sendiri, dan itu jauh lebih baik daripada harus bersusah-payah menjadi orang lain.  Tapi, apakah menjadi diri sendiri itu lebih mudah daripada berusaha menjadi seperti orang lain? Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi versi terbaik dari diri sendiri?  Terus melakukan hal-hal yang sama secara rutin memang hal yang akan membuat kita merasa nyaman. Namun untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, kita tidak bisa membiarkan diri kita terlena dengan hal-hal rutinitas yang dikerjakan tanpa sebuah tantangan.  Untuk mencapai versi terbaik diri, ada baiknya untuk memulai beberapa hal baru secara tidak terduga.
 
Untuk mencapai versi terbaik dari diri sendiri, kita perlu memiliki tujuan hidup yang benar-benar kita inginkan. Ketika kita sudah memiliki mimpi yang ingin diraih, maka kita akan memberikan seluruh daya dan upaya untuk bisa meraih segala mimpi yang kita inginkan.  Mimpi atau Impian akan membuat hidup kita lebih berarti dan lebih ‘menyala’. Kita akan menjelajahi segala kemampuan diri, mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, berani mengambil tantangan, tidak takut dengan segala risiko yang ada di depan mata, dan lain sebagainya. 
 
Mengejar mimpi sampai dapat adalah tipikal orang-orang sukses dengan versi terbaik yang mereka miliki. Selama perjalanan dalam mengejar mimpi, kita akan merasakan pahit getirnya kehidupan yang akan membuat kita belajar banyak hal tentang hidup. Proses pembelajaran tersebutlah yang akan membawa kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri.  
 
Mencapai versi terbaik diri sendiri tidak bisa dengan usaha dan perjuangan sehari saja. Diperlukan usaha yang keras dan konsisten sepanjang waktu agar kita bisa tetap menjadi versi terbaik dari diri sendiri.  Itulah mengapa kita perlu mempertahankan motivasi diri setiap saat. Memang sih, kita semua pasti pernah merasa tidak bersemangat, demotivasi atau tidak memiliki gairah hidup. Namun, jangan biarkan semua perasaan itu berlarut-larut terjadi pada kehidupan kita. Untuk keluar dari kemandekan ini, kita perlu mencari cara agar bisa terus bergerak maju. Mengapa? Karena jika kita membiarkan kemandekan, kemalasan dan demotivasi ini berlanjut secara terus-menerus, maka kita tidak akan pernah mencapai versi terbaik dari diri sendiri.
 
Manusia adalah makhluk dengan segala kebiasaan. Kebiasaan buruk ataupun kebiasaan baik, pasti pernah dimiliki oleh setiap manusia. Ketika kita mendengar kata “versi terbaik”, ini menandakan bahwa segala perilaku baik dan terbaik ada di dalamnya.  Dengan kata lain, untuk mencapai versi terbaik dari dalam diri, kita perlu mendorong diri sendiri untuk selalu berperilaku baik. Perilaku baik juga bisa dimulai dari hal-hal kecil . Ada banyak sekali perbuatan baik yang meskipun sederhana, namun sering dilupakan oleh orang banyak. Misalnya, selalu mengucapkan kata “terima kasih” setiap kali menerima bantuan atau perhatian dari orang lain. Ini mungkin sederhana, namun tidak semua orang dapat mempraktikkan sikap baik ini. 
 
Lakukan setiap perilaku baik yang baru bagi kita selama 30 hari kedepan, lama-kelamaan perilaku baik tersebut akan menjadi kebiasaan baik yang selalu kita terapkan. Dan, tentu saja ini mengindikasikan bahwa kita semakin dekat dengan versi terbaik dari diri sendiri. 

Dikarenakan tujuannya adalah untuk menjadi versi terbaik diri sendiri, bukan versi terbaik dari orang lain, maka kita perlu berfokus pada diri sendiri. Mulai sekarang hindari pikiran-pikiran negatif yang datang karena kita selalu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Hentikan kata-kata negatif seperti, “Hidup saya tidak seberuntung mereka yang bisa mendapatkan bla.. bla.. blaa”, sudahi ya perkataan ini.  Cobalah untuk mencintai diri sendiri, menghargai diri sendiri dan meyakini bahwa Tuhan sudah menganugerahkan banyak hal kepada kita. Dengan berfokus pada diri sendiri, kita akan selalu berusaha dan mencari cara untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. 

Pernahkah Anda mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar.Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal. Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.


Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan sebagaimana manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:“It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound”.

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugerah bila setiap orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara! Sekarang, coba Anda bayangkan sejenak…. ……Anda menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!
Bagaimana Anda? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita. Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan. Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan untuk orang lain!
Coba Anda renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik. Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. (KK)

 

 

Artikel ini telah dibaca 309 kali

Baca Lainnya