Pemuda Pendidikan

Wednesday, 24 November 2021 - 09:21 WIB

6 months yang lalu

KENIUS KOGOYA: PEMUDA HARUS SELALU BERKONTRIBUSI

Sebagai negara Daerah, masyarakat selalu dihadapkan pada permasalahan sosial ekonomi yang kompleks. Salah satunya adalah bencana alam yang seolah telah menjadi langganan tiap tahunnya. Hal itu dapat dilihat dari letak geologis yang kemudian menyebabkan Indonesia termasuk dalam kategori negara rawan bencana atau high hazard potency.

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam konteks bencana alam adalah bahwa bencana tidak hanya menyisakan masalah jangka pendek (short term effect) melainkan juga masalah jangka panjang (long term effect), yaitu masalah keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat. Hal itu mengingat bahwa masyarakat korban bencana sering dihadapkan pada masalah tentang rusak atau bahkan hilangnya sumber mata pencaharian. Dengan demikian tidak heran jika bencana sering menjadi ancaman terhadap munculnya kemiskinan, sebab salah satu penyebab kemiskinan adalah tidak tersedianya sumber daya (terutama alam) yang menjadi tumpuan aktivitas konsumsi maupun produksi dan menentukan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan demikian, perlu adanya akses terhadap alternatif ekonomi bagi masyarakat.

Merujuk pada pemaparan tersebut, permasalahan sosial ekonomi dalam hal ini tidak bisa dijawab hanya dengan pendekatan pragmatis, yaitu dengan memberikan bantuan finansial atau upaya tanggap darurat seperti yang selama ini dilakukan. Namun, bersamaan dengan itu, langkah atau solusi apa yang dapat ditempuh untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada dan tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal.

Permasalahan itu sekiranya bisa didekati atau dijawab dengan konsep kewirausahaan (entrepreneurship). Namun, tentu saja kewirausahaan dalam hal ini tidak dapat menggunakan terminologi kewirausahaan bisnis (business entrepreneurship), yang mana aktivitas ekonomi dimaknai sebagai aktivitas yang berorientasi pada keuntungan atau profit. Melainkan perlu mempertimbangkan atau menggunakan konsep kewirausahaan sosial (social entrepeneurship) yang memaknai aktivitas ekonomi tidak hanya sebagai metode atau sarana untuk memperoleh profit tetapi juga mencapai misi sosial. Misi sosial dimaknai dengan dorongan etika dan tujuan untuk mengentaskan masyarakat dari masalah-masalah sosial yang mendera seperti hambatan atau keterbatasan akses sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.

Potensi kaum muda dalam hal ini tentu saja tidak terbatas pada aspek politis melainkan juga aspek-aspek lain yang dapat menjadi ruang eksistensi mereka. Berbagai permasalahan sosial sesungguhnya memerlukan sentuhan kaum muda, sebab mereka memiliki energi dan potensi untuk menjawab permasalahan tersebut secara lebih dinamis. Potensi tersebut tercermin dari karakteristik kaum muda yaitu 1) kemurnian idealisme, 2) keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru, 3) semangat pengabdian, 4) spontanitas, 5) inovatif dan kreatif, 6) kehendak untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru, 7) kehendak untuk menampilkan sikap dan kepribadiannya yang mandiri, 8) masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap, dan tindakannya dengan kondisi sosial. Singkatnya pemuda adalah sosok yang membawa potensi karena dianggap memiliki akses pengetahuan serta informasi yang lebih luas serta fisik yang lebih kuat dibandingkan kelompok masyarakat lain.

Dengan demikian, pemudalah muda yang berusaha menyelaraskan antara krisis masyarakat, peluang dari banyaknya gagasan pemuda, dan kapasitas masyarakat lokal dengan gagasan pengelolaan kerjasama secara bersinergi dan tepat sasaran, yaitu fokus pada pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan aktivitas produktif.

Artikel ini telah dibaca 214 kali

Baca Lainnya