Pemerintahan Pendidikan Politik

Tuesday, 9 November 2021 - 01:14 WIB

1 year yang lalu

KENIUS KOGOYA: PEMUDA HARUS PUNYA KARYA

Dalam dunia kepemudaan banyak macam dan tipe anak muda, ada yang pemuda pemalas tapa karya dan ada pemuda berkarya. Tidak dapat dipungkiri bahwa zaman sekarang sangat membutuhkan orang yang memilki berbagai macam karya. selain aktif dalam masyarakat sosial, tapi juga punya karya yang bisa bikin kaya. Ini hal yang sungguh mengagumkan.

Di Zaman eranya informasi, siapa yang dulu dia yang pintar. Dalam dulu mendapatkan Informasi. pemuda itu tidak hanya hebat dalam berbicara, tapi juga hebat dalam berkarya. Tak hanya punya nyali untuk mencari bahan ke berbagai tempat, tapi juga punya mimpi dan ide untuk produktif berkarya. Bahkan bisa membuka Lapangan pekerjaan tentunya.

Sekarang fikirkanlah, karya apa yang akan saya tonjolkan kepada semua orang, sehingga tidak ada yang memandang kita hanya sebelah mata. Karena kita siap dan mampu. Apakah berkarya dengan menulis, melukis, berpuisi, bernyanyi, olahraga, youtuber, internet marketing, olshop dan banyak sekali. Asah dan asah terus menurus.

Kita harus sadari bahwa Pemuda itu sebagai Agent Of Change, agen perubahan. Namun apakah kita tahu apa yang harus kita robah, dan apakah kita punya rancangan untuk merubah apa? Bagaimana kita mau merubah sesuatu sedangkan diri kita sendiri tidak mampu untuk kita rubah.

Tentu perubahan kepada yang lebih baik. jadi, sebagai seorang pemuda kita harus mampu membawa perubahan dalam dunia sebuah lembaga dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, dan mampu mengajak orang lain untuk aktif dalam kegiatan kita. Baru itu yang dinamakan Agent Of Change.

Ada beberapa hal yang harus dikuasai oleh Pemuda, antara lain adalah:

Berani Berbicara,  Ya seorang pemuda harus berani berbicara tentang impian, tentang masa depan. Maksudnya adalah seni dalam berbicara. Bahasa lain dari itu adalah Public Speaking. Sebagai orang yang banyak bergelut di masyarakat umum atau dihadapan orang banyak. Sang pemuda bisa bicara secara cepat, tepat dan padat.

Gaya bahasanya menarik dan tidak membuat orang jenuh, coba lihat pada saat diskusi, begitu banyak gaya bahasa yang terlontar dari seseorang yang terkadang terdengar tidak pas, gaya bahasanya berliku-liku dan tidak tepat, sehingga membuat pendengar merasa resah.

Seorang pemuda tidak boleh seperti itu, karena ia terlatih dari sebuah komintas-komunitas pemuda. Berbicara di hadapan umum sebenarnya harus memilki mental dan persiapan tentang apa yang harus disampaikan.

Pernah mendengar beberapa pidato para pejabat Negara atau para pemuka agama yang sedang berpidato. Gaya bahasa mereka tepat, lancar dan pas. Atau ketika seorang motivator memberikan materi motivasi, ia terlihat memiliki bahasa yang membuat orang terhipnotis.

Sehingga ratusan bahkan ribuan orang terpana melihatnya. Sungguh tidak terbayangkan seorang pemuda yang berbicara di hadapan umum dengan gaya gemetaran dan penuh perasaan cemas, bermental kerupuk.

Selanjutnya. Media, Pada abad ini memang merupakan abad yang dikatakan sebagai era Informasi yang selalu dikaitkan dengan sebuah media. Kenapa tidak, sebuah informasi yang kini sangat perlu dan mudah didapatkan oleh berbagai penjuru dunia mengakibatkan ia menjadi suatu kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Media sosial lah solusi yang banyak digunakan oleh masyarakat secara umum.

Di Indonesia jika kita analisakan  bahwa penikmat media sosial itu sebelas dua belas dengan para penikmat rokok, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan dan pentingnya media sosial dalam menghadapi berbagai persoalan. media sosial dalam perubahan masyarakat bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda, yaitu sisi positif dan sisi negatif.

Sisi positifnya adalah membantu individu atau kelompok dalam mengembangkan diri atau usaha yang membuat semua orang bisa mendirikan toko dan berjualan apapun, membuat seseorang bisa menjalajahi dunia hanya duduk manis didepan komputer, memberikan kemudahan mencari informasi yang akan di jadikan sebuah referensi, berbagi atau bertukar fikiran yang tidak dibatasi oleh jarak, menyalurkan hobi dan menghilangkan kejenuhan, dan banyak lagi hal-hal yang bermanfaat untuk mengubah masyarakat ke yang lebih baik.

Namun jika kita lihat dari segi negatifnya adalah bahwa media sosial  yang bisa mengubah anak-anak hingga seharian tidak mau beranjak didepan layar komputer, besarnya peluang melakukan tindak kejahatan seperti judi, penipuan, pelecehan dan lain sebagainya karena kebebasan yang ada di dunia maya. Nah sebagai pemuda kita harus peka terhadap hal itu.

Selanjutnya, Sikon. Seorang pemuda juga harus menguasai Situasi dan Kondisi. Jika tidak, maka sudah jelas hal yang buruk akan terjadi. Dalam menjalankan sebuah program misalnya kegiatan kemasyarakatan dalam bidang peringatan hari anti korupsi yang dilakukan pada hari kartini. Ini merupakan situasi dan kondisi yang salah, dan sangat tidak tepat. Itulah gunanya mengetahui kondisi dan situasi.

Selain itu, seorang pemuda bukan hanya tahu akan sikon tetapi cepat tangkap, setiap hal-hal terbaru yang terjadi disekitar harus cepat tangkap agar semua informasi baru menjadi ter-update untuk bahan diskusi atau bahan untuk dijadikan sebuah kegiatan. Bukan hanya masalah waktu tapi juga masalah kondisi masyarakat sekitar yang akan menjadi objek agénda acara kita.

Misalnya kita akan mengadakan agenda memberikan bantuan beras terhadap suatu masyarakat miskin, tapi masyarakat tersebut tidak memerlukan bantuan beras karena sudah banyak bantuan dari yang lain. Pemuda yang cepat tangkap dengan kondisi masyarakat seperti itu, ia akan mengalihkan bantuan dari beras menjadi pakaian. (JS)

Artikel ini telah dibaca 1688 kali

Baca Lainnya