Pemerintahan Politik

Monday, 17 January 2022 - 02:04 WIB

4 months yang lalu

Kenius Kogoya Pemimpin Moderen Di Era Milenial

Pemimpin Moderen di Era Kancah Global

Kenius Kogoya: Kepemimpinan Modern Dalam Era Kancah Global

EBPN/Berita. Teori kepemimpinan zaman dahulu banyak yang sudah tidak sesuai zaman dan tidak dapat diterapkan lagi di masa sekarang. Kepemimpinan zaman dahulu adalah kepemimpinan yang linier, di mana hubungan hanya seperti “majikan” dengan bawahan. Dengan gaya kepemimpinan seperti itu, bawahan hanya melakukan pekerjaan jika sudah mendapatkan perintah.

Di masa sekarang, cara memimpin seperti di atas tidak bisa dilakukan lagi karena kini semua pihak harus berjalan bersama. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan, perkembangan teknologi, dan inovasi digital yang bergerak semakin cepat secara eksponensial. Bahkan, menambahkan, digitalisasi adalah penyebab utama lebih dari setengah perusahaan yang termasuk dalam   Fortune 500   sejak tahun 2000.

Perusahaan maupun Pemerintah Daerah yang bertahan dan berkembang di masa sekarang adalah yang memiliki   pola pikir eksponensial   dan mampu beradaptasi serta berubah dengan cepat. Karena itu, gaya kepemimpinan juga harus berubah. Seorang pemimpin harus   gesit   (tangkas)  , harus siap untuk mengubah diri sendiri dan memberi contoh bagi orang lain agar ikut berubah.

Dalam masa perkembangan pesat seperti sekarang ini globalisasi telah membawa konsekuensi logistik bagi kehidupan organisasi seperti peningkatan perbaikan sistem, peningkatan kesejahteraan, penambahan masa pensiun yang dapat memicu berbagai konflik internal maupun eksternal. Pada situasi yang serba tidak menentu akibat cepatnya perubahan sekarang ini, suatu organisasi memerlukan kepemimpinan visioner. Kepemimpinan Visionerlah yang akan mampu menjadi penyeimbang dan penyelaras berbagai kepentingan seluruh anggota organisasi di masa mendatang.

Kualitas kepemimpinan dalam proses perubahan yang sedang berlangsung seperti saat ini, tidak boleh terjebak pada fungsi nasihat, memberi perintah, dan memberi mandat hanya pada bawahannya, tetapi lebih pada bagaimana memberi visi, misi, dan tujuan organisasi secara jelas dan komprehensif kepada seluruh elemen organisasi. Pemimpin visioner diyakini akan mampu mengadaptasi antara organisasi yang dipimpinnya terhadap lingkungan eksternal yang terus berubah. Agar para pimpinan dan seluruh bawahan saling terlibat dalam mewujudkan tujuan organisasi, maka dibutuhkan interaksi sosial satu sama lain yang saling membantu dan
membutuhkan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan menentramkan.

Dalam proses bersosialisasi dan berinteraksi, seorang pimpinan harus mampu mendorong atau semangat kepada para bawahan untuk mencapai kinerja organisasi secara optimal. Peter F Drucker,   (1996) dalam bukunya   the leader of the future   menghadapi seorang pemimpin dalam menghadapi dunia di masa yang akan datang. Drucker mengatakan bahwa pemimpin yang efektif adalah tidak hanya sekedar mendelegasikan tugas, tetapi juga melakukan apa yang didelegasikan kepada para bawahannya,
dalam   Dwi Setyorini  , (2008).

Lebih jauh Drucker juga mengingatkan bahwa percepatan percepatan teknologi, kompetisi global, dan perubahan menciptakan tipe organisasi baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pemimpin sebagai penyelaras, penyeimbang, dan mediator berbagai kepentingan organisasi, harus mampu menampilkan berbagai tipe kepemimpinan sekaligus menjaga menjaga organisasi yang dipimpinnya. Selain itu pemimpin sebagai agen   perubahan   juga harus mampu melihat jauh kedepan terhadap berbagai fenomena yang akan terjadi. Kemampuan dalam memperkirakan berbagai fenomena dan kemudian mentransformasikannya ke dalam praktik kepemimpinan akan memberikan sumbangan yang berharga bagi kehidupan organisasi di masa yang akan datang.

Masa yang akan datang membutuhkan sosok visioner yang mampu merancang organisasi yang dipimpinnya jauh sebelum orang lain mengadakan presentasinya. Dalam menghadapi dunia yang penuh gejolak dan ketidakpastian, pemimpin visioner tidak reaktif terhadap perubahan tetapi lebih bersifat aktif, kreatif, dan inovatif. Organisasi bisnis dan Pemerintahan yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan pasar yang persaingan persaingan, tidak akan pernah kehilangan daya inovasi dan tantangan terhadap perubahan.

Setiap orang ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar pasti memiliki cita –cita, keinginan, dan impian – impian yang akan diwujudkan kelak jika sudah dewasa. Ketika sudah dewasa dan menjadi seorang pemimpin di organisasi, kemudian bercita – cita ingin merancang sebuah organisasi yang profesional, dan mampu bersaing di tingkat global, maka tujuan yang diharapkan atau visi. Ilustrasi di atas walaupun secara sederhana dan lebih bersifat individual, sebenarnya telah membawa pada pendefinisian awal tentang apa yang disebut V  isi.


Visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi. Visi adalah pernyataan tujuan ke mana suatu organisasi akan dibawakan, sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil, atau lebih diinginkan dibandingkan dengan kondisi sekarang. Dengan kata lain, kunjungan sangat erat dengan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan yang lebih baik dari sekarang. Visi juga merupakan ekspresi dari kekuatan setiap orang dalam suatu bentuk organisasi mewujudkan apa yang menjadi harapan – harapan tersebut.

Visi pengejawantahan yang dilakukan secara benar dari seorang pemimpin akan menghasilkan komitmen dan motivasi yang tinggi kepada para bawahan yang ada dalam suatu organisasi. Visi yang jelas dan benar akan menyadarkan orang mengenai peran dan fungsi dalam suatu organisasi, baik langsung maupun tidak langsung. Seorang pemimpin visioner, dapat melihat dari kemampuannya mengejawantahkan visi kepada seluruh anggota organisasi melalui kontribusi masing-masing terhadap organisasi. Visi yang benar juga dapat memberikan arti filosofis kepada setiap individu menyangkut pengabdian, kebanggaan, dan citra diri bawahan dalam mengenali siapa dirinya dan siapa orang lain.

Visi seorang pemimpin akan menginspirasi bawahannya dalam melakukan tindakan dan membentuk tentang masa depan. Pemimpin yang memiliki visi kuat, akan berdampak dalam praktik pengejawantahan visi tersebut kepada seluruh orang – orang yang menjadi bawahannya.

mengarahkan   , memotivasi, mengajak, dan mengarahkan orang lain suatu tujuan yang ditentukan. Selain itu merupakan proses kepemimpinan, suatu konsep relasi, artinya kepemimpinan bisa berlangsung jika ada pengikut/bawahan. Kepemimpinan tanpa bawahan tidak memiliki apa-apa, sebaliknya bawahan tanpa adanya kepemimpinan akan menjadi pembohong dan sesat. Bukan hanya memberikan kepada otoritas dan otoritas dari seorang pemimpin bawahan, tetapi lebih pada proses pemberian otoritas tersebut.

Paradigma baru organisasi di masa datang mengubah orientasi dari masa industri menuju masa informasi. Pada masa lalu banyak organisasi yang memperjuangkan atau   status quo   kini telah beralih menuju pentingnya perubahan secara terus – terus menerus   (continous   improvement).  Jika masa lalu organisasi lebih berorientasi pada pengendalian (kontrol).

Kepemimpinan Visioner dalam Kancah Global ini telah mengadopsi perlunya pemberdayaan   (empowerment).  Kompetisi pada masa lalu sangat menentukan tingkat keberhasilan organisasi, kini atau kolaborasi antar elemen menjadi daya saing yang. Pada masa lalu barang sebagai keunggulan kompetitif dari para pesaing, maka sekarang dan masa yang akan datang (sumber daya manusia) dengan visi yang jelas dan hubungan (hubungan) yang luas sangat menentukan keberhasilan organisasi.

Percepatan akselerasi teknologi, kompetisi global, dan perubahan demografi telah menciptakan tipe organisasi baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pemimpin sebagai agen perubahan (agent of change) harus memiliki kemampuan lebih dalam melihat jauh kedepan terhadap berbagai fenomena yang akan terjadi. Dalam menghadapi dunia yang penuh gejolak dan ketidakpastian, organisasi memerlukan seorang pemimpin visioner yang tidak bereaksi terhadap perubahan tetapi lebih bersifat aktif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan tersebut. (Saya) 

 

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya