Budaya Kenius Kogoya Nasional Pendidikan

Wednesday, 3 November 2021 - 19:54 WIB

7 months yang lalu

KENIUS KOGOYA: PEMIMPIN HARUS MILIKI SIKAP OPTIMIS

Salah satu karakter seorang pemimpin adalah memiliki sikap optimis terhadap impian dimasa depan. Tidak  mungkin seorang pemimpin akan merangkul masyarakat bila ia tidak memiliki kepercayaan diri dan optimisme terhadap keberhasilan. Maka seorang pemimpin selalu melihat peluang besar dibalik tantangan dan perubahan zaman. (Kenius Kogoya, S.P., M.Si)

Optimisme adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan dan sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal. Menjadi pribadi yang optimis dapat memberikan banyak manfaat dalam kehidupan, apalagi ia adalah seorang pemimpin. Karena pemimpin pemimpin yang optimis selalu melihat kesempatan di antara begitu banyak kesempitan sedangkan, pemimpin yang pesimis melihat begitu banyak kesempitan di antara banyak kesempatan. Seorang pemimpin harus siap sebelum berjuang, bukan kalah sebelum berjuang.

Hellen Keller, dalam Tasmara (2006: 196) berkata, “Optimism is the faith that leads to achievements. Nothing can be done without hope and confidence.” (Optimisme adalah sebuah keyakinan yang akan membawa pada pencapaian hasil. Tidak ada yang bisa diperbuat tanpa harapan dan percaya diri).  Memang seorang pemimpin wajib memiliki sikap optimis karena akan menghadapi rintangan tantangan yang besar dalam memperjuangkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Seorang pemimpin, jika  dihadapi oleh badai tantangan, segeralah mereka perbaiki dan membenahi diri, melakukan evaluasi lahir batin seraya melemparkan pertanyaan yang membedah nuraninya. Apa yang salah pada diri saya? Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana bila strateginya diganti? Karena sifat optimisnya, mereka selalu melihat peluang, selalu ada jalan keluar untuk berbuat sesuatu. Selalu ada semangat yang menggebu didada. Sebagaimana sebuah peribahasa yang mengatakan, “we cannot direct the wind…but we can adjust the sail“. (Kita tak dapat mengatur angin, tetapi dapat mengatur layar).

Biarkan angin berhembus dengan segala takdir yang telah tercipta, tentunya manusia tidak bisa memerintah angin, namun seseorang bisa mengatur layar kapal kemana kapal hendak melaju. Sehingga tujuan yang sesuai dengan visi dan misi akan terwujud dengan bahagia. Andai kata seseorang tersebut menyalahkan angin yang telah memilki hukum alamnya, tentu ia kan terjatuh dan gagal sebelum berjuang.

Begitu pentingnya jiwa optimis bagi para pejuang khususnya para pemimpin, karena pemimpin adalah leader yang akan membawa banyak orang untuk mencapai sebuah visi dan misi yang berpihak kepada kebersamaan. Sikap optimis juga berkaitan dengan mindset yang membuat percaya bahwa kita dapat mengubah keadaan dan cenderung mengambil tindakan positif untuk menciptakan masa depan yang indah dan percaya bahwa segala sesuatu bisa berubah dan berkembang maju.  (JS)

Artikel ini telah dibaca 595 kali

Baca Lainnya