Pemerintahan

Tuesday, 23 November 2021 - 04:43 WIB

6 months yang lalu

KENIUS KOGOYA: PEMIMPIN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Pelayanan publik merupakan serangkaian bentuk pelaksanaan kepentingan umum yang bergerak di bidang jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik. Secara teoritis sedikitnya ada tiga fungsi pelayanan yang harus dijalankan oleh pemerintah tanpa memandang tingkatannya, yaitu fungsi pelayanan masyarakat (public service function), fungsi pembangunan (development function) dan fungsi perlindungan (protection function), Dalam hal ini fungsi pembangunan mencangkup infrastruktur.

kepemimpinan merupakan relasi dan pengaruh antara pemimpin dengan yang dipimpin. Kepemimpinan tersebut muncul dan berkembang sebagai hasil dari interaksi otomatis antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi dan mengarahkan orang secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan

Bahwa kepemimpinan (leadership) meliputi: (1) Proses dalam memengaruhi orang lain agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang diinginkan seorang pemimpin; (2) Hubungan interaksi antar pengikut dengan pimpinan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan; (3) Proses memengaruhi aktivitas/perilaku kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan; (4) Proses memberi arti (pengarahan berarti) terhadap usaha kolektif dan menyebabkan adanya kesediaan untuk melakukan aktivitas/perilaku yang diinginkan untuk pencapaian sasaran; (5) Proses memengaruhi kegiatan individu/kelompok dalam usaha mencapai tujuan pada situasi tertentu.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Bahwa pemimpin (leader) adalah: (1) Seseorang yang mampu memengaruhi orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan; (2) Seseorang yang menjalankan kepemimpinan sedangkan pimpinan (manager) adalah seseorang yang menjalankan manajemen. Orang yang sama harus menjalankan dua hal secara efektif: manajemen dan kepemimpinan; (3) Orang yang melakukan atau menjalankan kepemimpinan; (4) Kata “pemimpin” mencerminkan kedudukan seseorang atau kelompok orang pada hierarki tertentu dalam organisasi, yang mempunyai bawahan, karena kedudukan yang bersangkutan mendapatkan atau mempunyai kekuasaan formal, dan tanggung jawab.

Tingkatan partisipasi merupakan derajat tingkat keterlibatan masyarakat dalam sebuah program terlihat dari kesempatan masyarakat untuk terlibat dan memengaruhi jalannya program. Merujuk pada makalah yang berjudul “A Ladder of Citizen Participation” dalam Journal of The American Planning Association (1969), Arnstein mengemukakan delapan tangga atau tingkatan partisipasi yang menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat dalam sebuah program, yaitu: 1. Manipulasi (manipulation), berupa tingkatan ketika masyarakat yang ditempatkan di dewan penasehat untuk tujuan “mendidik” mereka atau merekayasa dukungan mereka. Masyarakat tidak  berpartisipasi asli dan partisipasi terendah, mereka hanya dijadikan alat bagi pemegang kekuasaan. 2. Terapi (theraphy), berupa tingkatan ketika topeng yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan.

Bentuk partisipasi ini yaitu masyarakat terlibat secara luas namun hanya sekadar “menyembuhkan” dari patologi sosial yang ada, bukan mengubah keadaannya. 3. Pemberian informasi (informing), berupa tingkatan ketika komunikasi satu arah dalam memberikan informasi mengenai program tanpa adanya ruang untuk memberikan feedback dan kekuasaan untuk negosiasi bagi masyarakat.

4. Konsultasi (consultation), berupa tingkatan ketika masyarakat diberikan ruang untuk berpendapat, namun tidak ada jaminan pendapat mereka akan dipertimbangkan. 5. Penentraman (placation), berupa tingkatan ketika masyarakat sudah memiliki pengaruh dalam perencanaan kegiatan walaupun tokenisme masih ada. Apabila kekuasaan elit lokal mulai mendominasi, maka pemegang kekuasaan akan kembali mengendalikan. 6. Kemitraan (partnership), berupa tingkatan ketika kekuasaan sudah didistribusikan atas negosiasi antara masyarakat dengan pemegang kekuasaan. Perencanaan dan pengambilan keputusan sudah terdapat pembagian antara keduanya dengan aturan-aturan tertentu yang tidak dapat diubah secara sepihak.

7. Delegasi kekuasaaan    (delegated power), berupa tingkatan ketika negosiasi antara masyarakat dengan pemegang kekuasaan di mana masyarakat mendominasi otoritas dalam perencanaan dan pengambilan keputusan program. 8. Kontrol masyarakat (citizen control), berupa tingkatan ketika masyarakat sudah memegang penuh kontrol atas suatu program, mulai dari mengatur kebijakan sampai aspek manajerial program tanpa campur tangan pihak luar.

Artikel ini telah dibaca 571 kali

Baca Lainnya