Politik

Saturday, 9 July 2022 - 12:03 WIB

1 month yang lalu

Kenius Kogoya, Kewajiban Generasi Tua Terhadap Generasi Muda

Generasi tua sebagai “angkatan yang berlalu” (passing generation), berkewajiban membimbing generasi muda sebagai generasi penerus, mempersiapkan generasi muda memikul tanggung jawabnya yang semakin berat dan tertantang. Di pihak lain, generasi muda sebagai generasi yang penuh dinamika hidup, berkewajiban mengisi akumulator generasi tua yang makin melemah. Mereka perlu memetik buah-buah kebijaksanaan generasi tua yang telah terkumpul oleh pengalaman yang tentunya cukup bermanfaat bagi mereka dalam mengambil alih tugas-tugas generasi tua.

Memang usia dan perbedaan usia dapat mewujudkan aspek-aspek dasar dari kehidupan, dan proses hubungan antar kelompok usia sering kali menentukan masa depan manusia, namun amatlah sulit menentukan batas usia yang tegas sebagai batas pemisah antara satu generasi dengan generasi berikutnya. Akan tetapi, tetap dikenal adanya istilah generasi tua dan generasi muda, terutama dalam rangka pembinaan generasi dan alih generasi.

Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa perlu mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Mereka sangat membutuhkan pembinaan yang terprogram, kontinu, dan terarah agar potensi yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal menjadi kekuatan konkret.

Dengan demikian, generasi tua tidak dapat mengklaim diri bahwa merekalah satu-satunya yang berjasa sebagai penyelamat masyarakat dan dunia, dan mencap generasi muda sebagai pelanggar-pelanggar pagar suci rumah tradisi. Sebaliknya, generasi muda tidak bisa melepaskan diri dari kewajibannya berpartisipasi aktif dalam memelihara kebun kehidupannya bersama-sama dengan generasi tua.

Partisipasi para pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan harus mendapat dukungan dari semua pihak dalam masyarakat. Kekurangan-kekurangan yang mereka lakukan perlu diarahkan dengan sebaik-baiknya tanpa mencela secara berlebihan, karena apabila mereka sering dikritik tanpa disertai jalan keluar (solusi) dari apa yang mereka lakukan, akan dapat mematikan semangat mereka untuk berkreasi.

( Kenius Kogoya. S.P., M.Si / Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua )

Artikel ini telah dibaca 147 kali

Baca Lainnya