Kenius Kogoya Pariwisata Pemerintahan

Friday, 12 November 2021 - 01:44 WIB

6 months yang lalu

KENIUS KOGOYA: JAGA LINGKUNGAN UNTUK MASA DEPAN

Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa berdampingan serta menyatu dengan alam, atau biasa disebut sebagai naturalisme berubah menjadi antroposentrisme. Filsafat tersebut luntur terganti dengan manusia sebagai pengendali utama alam, bukan lagi manusia yang menyesuaikan diri dengan alam dan lingkungan. Keadaan tersebut telah berubah, alam dan lingkungan diolah sedemikian rupa untuk mengikuti kehendak dan memenuhi kebutuhan hidup manusia. Beberapa masyarakat yang mengeksploitasi alam untuk memenuhi hasrat kemapanan ekonomi, dan dengan dalih untuk menyukseskan program pembangunan.

Eksploitasi tersebut dapat berupa pengerukan tanah dan pasir pada lahan-lahan subur sehingga mengakibatkan banyak cekungan lebar di berbagai wilayah. Manusia sebagai pengelola dan pengendali alam harus benar-benar mengetahui tentang hukum-hukum alam serta mengetahui tentang batas-batas yang bisa dilakukan, sehingga antara alam dan manusia bisa hidup harmonis tanpa adanya bencana.

Kearifan lokal merupakan bagian dari masyarakat untuk bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungan, sesuai dengan kebutuhan, dan kepercayaan yang telah berakar dan sulit untuk dihilangkan, bahwa kearifan lokal merupakan pengetahuan lokal yang digunakan oleh masyarakat untuk bertahan hidup dalam suatu lingkungan yang menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, budaya dan diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal ini benar-benar harus dipahami oleh manusia yang bisa berfikir dalam pengelolaan alam.

Ada beberpa fungsi kearifan lokalseperti Sebagai penanda identitas sebuah komunitas. Kedua, sebagai elemen perekat (aspek kohesif) lintas warga, lintas agama dan kepercayaan. Ketiga, kearifan lokal memberikan warna kebersamaan bagi sebuah komunitas. Keempat, mengubah pola pikir dan hubungan timbal balik individu dan kelompok dengan meletakkannya di atas common ground/ kebudayaan yang dimiliki. Kelima, mendorong terbangunnya kebersamaan, apresiasi sekaligus sebagai sebuah mekanisme bersama untuk menepis berbagai kemungkinan yang meredusir, bahkan merusak, solidaritas komunal, yang dipercayai berasal dan tumbuh di atas kesadaran bersama, dari sebuah komunitas terintegrasi .

Kearifan lokal merupakan wujud dari perilaku komunitas atau masyarakat tertentu sehingga dapat hidup berdampingan alam/ lingkungan tanpa harus merusaknya. Kearifan lokal merupakan suatu kegiatan unggulan dalam masyarakat tertentu, keunggulan tersebut tidak selalu berwujud dan kebendaan, sering kali di dalamnya terkandung unsur kepercayaan atau agama, adat istiadat dan budaya atau nilai-nilai lain yang bermanfaat seperti untuk kesehatan, pertanian, pengairan, dan sebagainya. Merujuk pengertian tersebut dapat dijelaskan pula bahwa kearifan lokal sudah mengakar, bersifat mendasar, dan telah menjadi wujud perilaku dari suatu warga masyarakat guna mengelola dan menjaga lingkungan dengan bijaksana.

Masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak dan mengeksploitasi nya. Masyarakat yang saling menghormati serta penuh kesadaran tentang eksistensi kondisi lingkungan sekitar bagi kehidupan, karena semuanya saling berkaitan untuk menjalankan eksistensi menjalan keberlangsungan hidup.

Untuk menjaga sinergi kelangsungan kearifan lokal di era modern, sebaiknya masyarakat dan perangkat desa dan daerah dengan aktif menginformasikan dan melibatkan langsung generasi muda dalam kegiatan menjaga alam dan juga pemerintah dan organisasi masyarakat lebih mementingkan aspek kelangsungan ekologis serta bertindak lebih ketat terhadap kegiatan-kegiatan ilegal, dengan demikian semua aspek masyarakat bersinergi untuk menjaga alam dan lingkungan. (JS)

Artikel ini telah dibaca 575 kali

Baca Lainnya