Ekonomi Pariwisata

Thursday, 18 November 2021 - 09:35 WIB

1 year yang lalu

KENIUS KOGOYA: BERSINERGI MEMBANGUN TANAH PAPUA

“Papua Memiliki Anugerah terbesar dengan adanya kekayaan alam dan kearifan lokal yang unik, ini merupakan kewajiban kita masyarakat Papua untuk menjaganya dengan baik”

Kenius Kogoya

Papua adalah daerah yang secara umum, Papua dikenal memiliki potensi ekonomi dan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, bahkan merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia, terutama di sektor pertambangan. Kontribusi dari sektor ini, bahkan telah menjadikan Papua sebagai pembayar pajak terbesar untuk negara Republik Indonesia serta sebagai daya ungkit utama pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari segi  pembangunan di Papua sudah mulai meningkat seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Apalagi setelah PON XX 2021 Pembangunan-pembangunan di Papua sudah mulai banyak berkembang dari yang dahulunya. Ini menjadi modal besar untuk melangkah lebih jauh lagi.

Keberhasilan membangun Papua merupakan indikator penting untuk mengurangi rasa ketidak percayaan (distrust) Papua terhadap Daerah lain. Perdamaian dan pembangunan di Papua memerlukan strategi yang komprehensif (tidak parsial) untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan, tata-kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kesetaraan menjadi syarat penting dalam dialog bukan hanya untuk membangun komunikasi politik, terutama karena dialog bagi orang Papua merupakan bagian dari kebudayaan orang asli Papua, sebagai mekanisme penyelesaian perselisihan/ konflik secara tradisional.

Persoalan politik dan ekonomi di Papua cenderung saling berkorelasi. Setiap kebijakan dan program di Papua harus memperhatikan dua kata kunci: perdamaian dan pembangunan. Oleh karena perdamaian dan pembangunan saling berhubungan maka akar persoalan kegagalan pembangunan maupun sumber konflik di Papua harus dipahami secara tepat. Atas dasar pemahaman yang tepat itu, perlu dirumuskan strategi dan kebijakan yang integratif dan holistik, terutama karena permasalahan yang multiaspek dan multidimensi di Papua. Namun, pada tingkat implementasi program, Papua memerlukan pendekatan yang sangat spesifik dengan memperhatikan kearifan lokal, termasuk pendekatan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat asli Papua, baik dalam bentuk konsultasi publik maupun forum musyawarah adat.

Pendekatan pembangunan dan perdamaian di Papua harus mampu menciptakan rasa memiliki (ownership) dan tanggung jawab terhadap program yang ditawarkan, membangun rasa saling percaya (mengurangi kesenjangan perbedaan, dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai bagian yang setara. Tanpa ketiga elemen itu maka dapat dipastikan bahwa kebijakan dan program Papua hanya akan melanggengkan masalah. Tujuannya selain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan serta membentuk rasa memiliki (terhadap proses itu maupun program yang akan dijalankan), juga untuk memperoleh legitimasi yang kuat bagi pelaksanaan program-program pembangunan di Papua.

Di dalam implementasinya, harus diperhatikan dua hal: pertama, penetapan indikator dan parameter pembangunan yang terukur dan sesuai dengan karakteristik daerah Papua (kearifan lokal). Kedua, perbaikan fungsi koordinasi dengan dinas-dinas di Papua, kemudian bersinergi dalam menjalankan program-program di Papua. Ketiga, koordinasi dan sinergi juga harus dilakukan antara tiga pilar utama di Papua, yakni antara MRP, Pemda, dan DPRP. Selain itu juga, masyarakat Papua, anak-anak muda semuanya semangat membangun Papua lebih maju lagi kedepannya.

Artikel ini telah dibaca 1690 kali

Baca Lainnya