Kenius Kogoya Pemimpin Masa Depan Papua Politik

Friday, 10 June 2022 - 02:17 WIB

2 months yang lalu

HANURA, PARTAINYA KAUM MUDA PAPUA

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa 85 persen calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari partainya adalah anak muda.

“Kira-kira 85 persen anak muda. Mayoritas orang baru,” ujarnya, setelah mendaftarkan caleg Partai Hanura di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Selasa.

OSO mengenukakan jumlah caleg DPR RI dari Partai Hanura berjumlah lebih dari 500 orang berasal dari 80 daerah pemilihan dan telah mewakili keterwakilan perempuan 30 persen.

“Yang jelas, banyak anak muda, orang daerah, baru-baru, bersih semua lagi. Pokoknya semua dapil penuh caleg kita,” ujar OSO.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Papua melaksanakan lomba kreativitas nada dalam dunia tarik suara bagi kaum milineal dalam rangka HUT RI ke-76 tahun 2021 secara online dengan judul lagu, Sa Papua, Sa Pancasila, Sa Indonesia.

Ketua DPD Hanura Papua, Kenius Kogoya, mengatakan lomba kreativitas nada ini diikuti 40 peserta dari sorong sampai Jayapura dan pelaksanaan lomba secara online dimana mekanismenya setiap peserta merekam lagu dengan judul yang sudah ditentukan panitia dan kirim ke website partai hanura untuk dinilai tim juri.

“Hari ini kita umumkan juara I II dan III pemenang lomba serta 10 besar lomba karaoke. Selain itu ada hadiah hiburan bagi peserta yang masuk 10 besar dari 40 peserta yang ikut berpartisipasi,” kata Kenius Kogoya kepada wartawan usai menyerahkan piagam dan dana pembinaan bagi pemenang lomba kreativitas nada di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (12/9/2021).

“Hadiah sudah ditentukan berupa uang pembinaan yang juara I dapat Rp. 20 juta, juara II Rp. 15 juta, juara III Rp. 10 juta, juara favorit Rp. 10 juta kemudian urutan 4 sampai 10 masing – masing dapat 2 juta rupiah,” sambung Kenius.

Menurut Kenius, lomba kreativitas nada bagi generasi milineal bukan hanya untuk mencari juara tapi hanura lakukan lomba bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda itu harus dikembangkan.

“Jadi, kita DPD Partai Hanura Papua ingin supaya menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan untuk kalangan milineal dalam dunia tarik suara atau kreasi musik, supaya anak – anak muda sekarang rasa nasionalisme itu semakin luntur,” ujarnya.

“Kami membuat ini dengan kreasi supaya generasi milineal ini memiliki rasa nasionalisme kebangsaan itu dengan menampilkan kreatifitas mereka lewat lomba kreatifitas nada. Kita ingin supaya generasi muda selain mengembangkan bakat yang dimiliki tapi juga sosialisasi wawasan kebangsaan,” kata Kenius Kogoya.

Kenius Kogoya serahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada juara I lomba kreativitas nada di Hotel Horison Kotaraja, Minggu (12/9/2021) / Foto: Naldo

Dijelaskan, ada tiga komponen utama yang harus dimiliki setiap orang yaitu, rasa kebangsaan, wawasan kebangsaan dan semangat kebangsaan itu tidak boleh hilang dari setiap warga negara.

“Oleh karena itu kita harus pupuk rasa nasionalisme itu dengan apapun caranya. Partai hanura melakukan kegiatan, salah satunya dengan bentuk lomba kreatifitas nada dengan judul lagi Sa Papua, Sa Pancasila dan Sa Indonesia,” katanya.

Dikatakan, kreatifitas anak – anak muda Papua cukup luar biasa hanya panggung dan momentum yang kurang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas generasi muda Papua.

“Jadi, kita buat event atau moment seperti ini baru mulai muncul anak – anak muda punya bakat kreatifitas mereka keluarkan,” jelasnya.

“Hasil mereka ciptakan lagu – lagu yang dikirim melalui rekaman video visual mereka ambil ini luar biasa. Menurut kami itu sesuatu hal yang menarik untuk ditonton dan dimengerti oleh semua kalangan muda,” kata Kogoya.

Kedepan, kata Kenius, kegiatan lomba kreativitas generasi muda Papua ini terus dilaksanakan untuk mengangkat karya anak – anak muda Papua dalam dunia seni karena itu yang menjadi harga diri orang Papua sesungguhnya yang harus diangkat.

“Saya lihat bahwa potensial sekali anak muda ini mencurahkan pikiran mereka lewat karya seni daripada berpikir hal – hal yang lain. Makanya kami ingin terus mengajak kaum muda papua untuk mereka terus berkarya,” kata Kenius.

“Kami akan terus melakukan kegiatan pertama kami sudah lakukan lomba cipta lagu dengan judul from zero to hero, kemudian sekarng kegiatan kedua dan kita akan terus angkat seni musik Papua dengan melihat momentum,” bebernya.

Karya Seni Itu mahal

Politisi partai Hanura ini mengaku bahwa karya seni setiap orang itu sangat mahal dan tidak bisa dibatasi dengan nilai tertentu.

“Ya, sebuah karya seni harus dihargai, walaupun kemudian kita harus membatasi dengan memberikan nilai berhadiah tapi saya pikir nilai hadiah itu sebenarnya tidak seberapa dengan hasil karya dari setiap musisi, seniman,” jelasnya.

Menurutnya, karya seni dan lagu yang diciptakan itu sangat mahal tidak bisa diukur dengan apapun karena itu semua pikiran, rasa mereka seniman itu dicurahkan dalam sebuah karya.

“Jadi sekali lagi, seni itu sangat mahal. Kalau menjadi seniman itu fokus dan kembangkan karya – karya seni itu. Karena pak gubernur Lukas Enembe juga sudah katakan bahwa Papua itu identik dengan budaya seni dan olahraga,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah dibaca 194 kali

Baca Lainnya