DPP MKPTI Dr. Nahor Nekwek

Saturday, 21 January 2023 - 07:12 WIB

2 weeks yang lalu

Dr. Nahor Nekwek : SPTB ( Sentra Pertanian Terpadu Bergulir ) Suatu Solusi Yang Tepat Untuk Pembangunan Pertanian Papua

KONSEP SENTRA PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN ( SPTB ) ADALAH SOLUSI TERBAIK UNTUK MEMBANGUN PERTANIAN dan PETERNAKAN serta PERKEBUNAN ORANG ASLI PAPUA di KAMPUNG-KAMPUNG

EBPN.com, Jayapura. Ketua Umum MKPTI ( DR. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M ) menyambut baik keputusan pemerintah yang mebentuk Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ( BP3 OKP ) yang diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Bp. Kyai Ma’ruf Amin. BP3OKP akan mengawal Otsus jilid II dengan sitem dan konsep yang baru yaitu dengan program nyata yang langsung menyentuh Orang Asli Papua ( OAP ) serta berkelanjutan dan terukur keberhasilannya.

MKPTI banyak mengevaluasi realisasi dana dan program Otsus Papua jilid I yang mana masih banyak program-program belum dirasakan oleh OAP khususnya yang berada di kampung-kampung yang sangat membutuhkan sentuhan program nyata yang bisa mempercepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Dan yang sangat jelas sekali terlihat seperti contoh di distrik Abenaho, kabupaten Yalimo yang tanahnya subur dan luas masih banyak yang belum bisa dikelola oleh OAP karena keterbatasan dalam hal bibit, pengolahan lahan serta biaya untuk mengerjakannya.

Nahor Nekwek, S.Pd., M.M menyampaikan suatu konsep baru yang bisa diterapkan di Distrik Abenaho, Kab. Yalimo, dan di Holtecamp, Kota Jayapura, Nabire Provinsi Papua Tengah serta di Bukit Teletubies, Kabupaten Jayapura adalah Konsep SENTRA PERTANIAN TERPADU BERGULIR ( SPTB ) yang mana dari STPB ini bisa menghasilkan Panen Pertanian dan Perkebunan serta Peternakan yang mana hasilnya bisa diberikan secara gratis untuk membantu masyarakat OAP lainnya dalam membuka Pertanian dan Perkebunan serta Peternakan yang baru. STPB juga selain memberikan bantuan bibit tanaman pertanian dan Perkebunan juga akan memberikan bantuan bibit Babi serta upah kerja selama selama 4 bulan kepada masyarakat OAP.

 

Artinya, Pemerintah Pusat melalui BP3OKP hanya cukup sekali memberikan bantuan dana untuk pembangunan 6 SPTB di Abenaho, Provinsi Papua Pegunungan, Holtecamp, Kota Jayapura. Provinsi Papua, Bukit Teletubies, kab. Jayapura, Provinsi Papua serta di Nabire, Provinsi Papua Tengah. Lalu selanjutnya 6 STPB ini yang akan menjadi semacam Pabrik untuk bisa memberikan bantuan bergulir kepada masyarakat OAP dari 50 % hasil panennya.

Masyarakat OAP yang diberikan bantuan ini, akan diberi pendampingan dan penyuluhan bagaimana mereka bisa sukses dengan bantuan yang diberikan itu, dan mereka mempunyai kewajiban untuk menyisihkan sebesar 25% dari hasil Panennya untuk diberikan bantuan bergulir kepada masyarakat OAP lainnya.

Konsep STPB ini penuh makna dengan prinsip gotong royong untuk saling membantu agar bisa sukses Bersama sama, dan bisa diperkirakan secara perlahan tapi pasti akan banyak bisa dilahirkan pengusaha-pengusaha baru dalam bidang pertanian dan peternakan dari masyarakat OAP khususnya yang berada di kampung – Kampung. Jika Pilot Project pengelolaan 6 SPTB ini berhasil dengan baik, nantinya bisa dikembangkan lebih banyak lagi SPTB di kabupaten -kabupaten lainnya di Papua.

Pembuatan 6 SPTB ini adalah Langkah terobosan agar benar-benar bisa memaksimalkan potensi lahan di daerah-daerah di Papua yang masih sangat banyak belum tergarap dan juga untuk lebih mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat OAP dalam bidang pertanian, perkebunan dan peternakan.

Pada tahap awal SPTB ini memang seperti membangun Pabriknya dulu ( belum terlalu banyak menyentuh masyarakat OAP ) namun, setelah 4 bulan beroperasi STPB ini barulah terlihat, bahwa SPTB akan menjadi semacam pabrik yang bisa memberikan bantuan secara gratis kepada masyarakat OAP khususnya yang berada diseputar lokasi SPTB itu.

Dengan luas lahan minimal seluas 50 Ha untuk pembangunan SPTB ini, adalah suatu lahan yang lumayan luas yang bisa ditanam berbagai komoditi dalam tiap komoditi tersebut dengan luasnya yang bervariasi antara 2 hektar sd 8 ha. Berbagai jenis tanaman yang akan ditanam ialah jenis Tanaman yang berumur Pendek ( sekita 3 Bulan ) dan yang berumur sedang ( 9 bulan ) serta yang berumur Panjang ( 3 Tahun ). Khusus untuk tanaman yang berumur Panjang akan ditanam pohon Gaharu dan pinang Betara besar yang harga jualnya sangat mahal dan berpotensi eksport.

BP3OKP yang dikoordinator oleh Bp. Pendeta Alberth Yoku, mempuyai visi dan semangat yang besar didalam hal mempercepat pembangunan Papua, khususnya dalam bidang pertanian, perkebunan maupun peternakan. Dalam suatu diskusi dengan Bp. Pendeta Alberth Yoku, disampaikan oleh beliau, Papua bukan hanya harus menhasilkan produk HULUnya saja tetapi juga harus bisa mengahasilkan produk HILIR dari suatu program Pertanian dan Pekebunan di SPTB ini. Sebagai contoh di SPTB Abenaho dan Holtecamp serta Bukit Teletubies akan diitanam Anggur Import, dari hasil panen anggur import ini harus bisa dikelola jadi Syirup anggur, selai anggur serta kismis anggur maupun Wine untuk eksport.

Sudah jelas, konsep ini akan membangkitkan industri rumahan dalam bidang pembuatan Selai anggur, Syrup Anggur, kismis anggur maupun Wine made ini Papua. Anggur Import, Giant Strawbeery, Pisang Calvendis, Mangga Miyazaki, Mangga Golek India, Marksia Madu, adalah jenis-jenis tanaman yang baru di Papua. Dan semuanya menpunyai nilai jual yang tinggi yang mana pasar di Kawasan Pacifik sangat potensial untuk menampungnya.

Dalam SPTB ini tanamal lokal Papua seperti talas, Ubi/ketela pohon, pisang juga tidak lupa ditanam, sebagai tanaman lokal yang utama yang wajib ada di setiap SPTB.

Semoga dengan kehadiran BP3OKP ini, bisa lebih dirasakan secara nyata oleh masyarakat OAP akan setiap program yang direalisasikan, yang benar-benar secara nyata mampu meningkatkan pembangunan ekonomi keluarga masyarakat OAP dan juga tepat sasaran serta berkelanjutan secara mandiri mampu membangkitkan pengusaha-pengusaha OAP dalam bidang pertanian dan peternakan secara professional.

Program pelatihan dan pendampingan akan terus diberikan secara terus menerus dan melekat. Sehingga ilmu dan pengalaman dalam mengelola bidang pertanian serta peternakan secara modern mampu dikuasai oleh masyarakat OAP.

Selamat bertugas BP3OKP, semoga kehadirannya di Bumi Cenderawasih ini bisa memberikan sesuatu Program yang baru dan Program yang bersifat terobosan untuk mempercepatkan pembangunan Papua khsususnya dalam bidang pertanian dan perkebunan sekaligus turut mensukseskan program ketahanan pangan Presiden Joko Widodo. ( Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M / Ketua Umum

Artikel ini telah dibaca 1339 kali

Baca Lainnya