Dr. Nahor Nekwek Pemerintahan

Sunday, 4 December 2022 - 21:05 WIB

2 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M : Selamat hari Noken 4 Desember 2022

UNESCO pada 4 Desember 2012 telah menetapkan noken papua sebagai warisan budaya tak benda. Jika kita melakukan kilas balik perhelatan PON XX 2021 Papua, Noken merupakan oleh-oleh yang paling dicari oleh wisatawan. Noken Papua adalah tas serbaguna yang disebut tahan lama dan bisa membawa barang yang cukup berat, seperti kayu bakar, hewan, atau menggendong anak kecil sambil mendaki dan turun bukit.

Noken dibuat oleh para wanita Papua dengan menggunakan bahan alam, seperti serat pohon, kulit kayu, atau daun yang diproses menjadi benang yang kuat. Benang-benang tersebut kemudian diikat atau dianyam menjadi sebuah tas. Biasanya, para wanita menggunakan Noken untuk mengangkut hasil pertanian dan membawa barang dagangan ke pasar.

Sayangnya, Papua belum memiliki lokasi terpusat penjualan tas noken. Penjualan tas noken masih dilakukan secara sederhana di trotoar. Harga noken sendiri bervariasi dimulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Belajar dari Papua Nugini, tas tradisional yang serupa dengan noken di sana disebut dengan istilah bilum. Bilum di Papua Nugini (PNG) sudah go internasional, menjadi komoditas ekspor ke negara-negara Pasifik selatan. Hal ini karena dididukung oleh pemerintah PNG, dengan pelatihan pada para pengrajin, promosi dan bekerjasama dengan desainer kelas dunia, hal ini yang menjadikan bilum PNG berkelas.

Hal tersebut merupakan contoh yang bisa ditiru oleh Indonesia dalam memasyarakatkan tas noken papua, apalagi sekarang dunia sudah memasuki era 4.0, dimana segala sesuatu sudah menggunakan media internet, penggunaan internet inilah yang dapat digunakan oleh penjual noken khususnya generasi milenial Papua dalam meningkatkan omzet penjualan noken. Jika dilakukan secara baik dan didukung oleh pemerintah, diharapkan hasil dari penjualan noken tersebut  dapat meningkatkan perekonomian masyarakat papua bahkan menambah pendapatan bagi daerah.

            Noken juga merupakan salah satu komoditas yang berpotensi dapat membuka lapangan pekerjaan yang masif di Provinsi Papua, penulis mengharapkan ada investor baik asing maupun investor lokal yang dapat memanfaatkan potensi ini, karena pada kenyataannya sekarang industri produksi noken masih didominasi oleh industri produksi rumahan. Melihat potensi yang ada, tas noken dapat dibuat dalam skala industri pabrikan. Bilamana hal ini dapat terealisasikan tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan perekonomian di wilayah papua.

Noken menjadi warisan budaya

Sebagai salah satu kerajinan tradisional masyarakat Papua, noken memiliki peran sebagai saksi berkembangnya kebudayaan di Papua. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian noken, pada 4 Desember 2012, noken Papua ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Prancis.

Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses panjang memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebagai upaya perlindungan terhadap warisan budaya sesuai dengan konvensi perlindungan warisan budaya tak benda oleh UNESCO tahun 2003.

Noken yang umum dikenal sebagai tas hasil rajutan khas dari Papua diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda (intangible cultural heritage). Penetapan ini berdasarkan  hasil usulan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tingginya peminat noken

            Noken adalah kebudayaan dari seluruh penduduk di Papua, bukan hanya milik masyarakat di pegunungan. Masing-masing daerah memiliki ciri khas noken nya tersendiri misalnya noken Raja Ampat mempunyai bentuk kotak seperti totebag zaman sekarang yang banyak digunakan anak muda. Selain itu noken Raja Ampat mempunyai variasi warna alam yang unik dan bertekstur kaku jika digunakan, serta dilengkapi dengan penutup juga. Jika noken Raja Ampat menggunakan daun pesisir dalam pembuatannya, noken Wamena menggunakan akar anggrek atau daun pandan besar sebagai bahan pembuatnya, bentuk noken Wamena sendiri terbilang unik dari tas-tas lainnnya. Noken Wamena berbentuk seperti kantung kain yang lebih terlihat fleksibel, banyak juga yang menganggap seperti jaring ikan, selain kedua daerah tersebut daerah daerah lain juga memiliki ciri khas noken nya tersendiri yang tentunya tidak bisa penulis menjabarkannya di artikel ini.

Minat masyarakat dan wisatawan untuk membeli noken cukup tinggi, noken menjadi salah satu pelengkap nilai jual pariwisata di Papua. Pada tahun 2015 Noken pernah dipamerkan dan dibawa ke sebuah event di Batam oleh dinas kebudayaan dan pariwisata kota jayapura dan terbukti  noken habis terjual ke peserta dari Malaysia dan Singapura. Melihat minat dan antusiasme yang begitu tinggi, hal ini harus bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk dapat “mengindustrialisasi” tas noken serta memanfaatkan teknologi digital untuk dapat mendistribusikan hasil penjualan secara lebih luas lagi sehingga tas noken papua dapat lebih dikenal lagi bukan hanya di Papua tapi di seluruh wilayah indonesia bahkan di dunia

Artikel ini telah dibaca 732 kali

Baca Lainnya