Kabupaten Yalimo KETAHANAN PANGAN Provinsi Pegunungan Papua

Tuesday, 4 October 2022 - 17:00 WIB

4 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M, Perkebunan dan Pertanian serta Peternakan Sangat Cocok di Kab. Yalimo dan Provinsi Papua Pegunungan

EBPN.com.Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M ( Ketua Umum DPP Masyarakat Ketahanan Pangan Timur Indonesia/MKPTI ) sangat menyambut baik program Ketahanan Pangan yang diluncurkan oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo bersama dengan Kementerian Pertahanan dan juga Kementerian Pertanian. Dari Jauh hari Presiden Ir. H. Joko Widodo sudah mewanti-wanti bahwa saat ini dunia dilanda krisis pangan terjadi kekurangan pangan dan kelaparan akut sudah terjadi di beberapa negara. Diperkirakan kalau ini tidak ada solusi 300 juta orang lebih kekurangan pangan dan kelaparan.


Dr. Nahor Nekwek memaparkan, bahwa Dengan adanya Food Estate Ketahanan Pangan ini, seperti di Provinsi Sumatera Utara ( Indonesia Bagian Barat ), di Provinsi Kalteng ( Indonesia Tengah ) di Provinsi NTT ( Indonesia Timur ) merupakan salah satu action nyata upaya dari pemerintah Pusat untuk bisa mengantisipasi permasalahan Ketahan Pangan ini. Karena diharapkan nanti lahan Food Estate Ketahan Pangan bisa menaikkan cadangan pangan nasional. Dr. Nahor Nekwek mengatakan, cadangan pangan sebenarnya tidak hanya beras. Ada jagung, umbi-umbian, sayur-sayuran, buah-buahan, peternakan serta perikanan. Negara Indonesia umumnya dan Provinsi Pengunungan Papua  sangat kaya jenis makanan lokal.

Di Propinsi Pengunungan Papua Umumnya dan di Kabupaten Yalimo khususnya, Bupati Yalimo ingin  mengembangkan sektor perkebunan, perikanan dan peternakan. Disektor perkebunan, yang berpotensi dikembangkan adalah Nenas, kopi, kelapa, Kakao. Ketela dan beberapa jenis sayuran, termasuk pinang. Kalau untuk pertanian padi, lokasi di Yalimo tidak bisa. Sulit, karena pengairaran atau irigasi tak ada, kecuali jika Kememterian PUPR bisa membuatkan suatu sistem Irigasi yang cocok dengan kondisi Geografis Kab. Yalimo.
Saat ini masyarakat mulai menanam berbagai tanaman yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah di Yalimo. Untuk peternakan yang kini dikembangkan di Kabupaten Yalimo adalah peternakan ayam dan babi. Di Yalimo, banyak masyarakat yang beternak babi. Itu potensi ekonomi yang sangat menguntungkan masyarakat. Satu ekor babi saja harganya berkisar Rp.5,6 juta. Bahkan bisa lebih dari itu, tergantung seberapa besar babi itu. Dengan beternak babi, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarnya, dan menyekolahkan anak‚Äďanak mereka. Masyarakat bisa dapat penghasilan dari beternak babi. Itu salah satu potensi yan dikembangkan. Jadi kami mendorong semua sektor yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bupati Yalimo mengatakan bahwa akan diupayakan secepatnya untuk bisa membangun suatu peternakan Babi dan Ayam Ras ( Pedaging/Modern ) modern dan Hygienis di Kabupaten Yalimo, sehingga Kabupaten Yalimo bisa menjadi pemasok daging babi, daging ayam serta telur Ayam untuk kebutuhan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah.

Dr. Nahok Nekwek memberikan contoh, salah satu bidang perkebunan kabupaten Yalimo yaitu nenas yang telah berhasil di olah menjadi Sirup dan Selai.

” PON XX Papua membawa keuntungan bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, kecil dan Menengah) yang menjajakan beragam cinderamata dan juga kuliner khas Papua di setiap venue pertandingan. Selain itu, melalui pesta olahraga nasional empat tahunan ini, produk UMKM asal Papua akhirnya bisa dikenal banyak orang. Salah satunya UMKM IKMAL-HOW Apahapsili asal Kabupaten Yalimo yang menjual Selai dan Sirup berbahan dasar buah nenas” 

( Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M/ Ketua Umum DPP Masyarakat Ketahanan pangan Timur Indonesia/MKPTI)

Berkat partisipasinya di PON, kini selai dan sirup dengan nama brand “Nindi” mulai dilirik. Bahkan saat ini terpilih sebagai salah satu produk UMKM asal Papua yang terlibat di ajang pameran bertaraf internasional Pacific Exposition 2021 yang digelar secara virtual. Untuk diketahui Pacific Exposition 2021 yang berlangsung 27 – 30 Oktober adalah ajang pameran dagang, investasi dan ekonomi di kawasan Pasifik yang diikuti oleh 20 negara termasuk Indonesia, Australia dan Selandia Baru.

 

Penanggung Jawab UMKM IKMAL-HOW, Ismail Walianggen menuturkan, UMKM yang berdiri secara swadaya sejak 2014 di Kampung Apahapsili, Distrik Apahapsili, Yalimo. Saat ini beranggotakan lebih dari 200 orang, yang bekerja mulai dari penanaman nenas, produksi menjadi selai dan sirup, hingga pemasaran.

Ismail mengaku perkebunan nenas yang dikelola yakni seluas 12 hektar dengan hasil panen perbulan kurang lebih 1.500 buah. Jenis nanas yang ditanam yaitu nanas Madu Super, Standar, dan Hoini Supride. Ketiga jenis nenas ini memiliki cita rasa yang sangat manis.

“UMKM ini didirikan untuk mengembangkan SDM, mengajarkan masyarakat di kampung untuk berwirausaha, dapat menggali potensi kekayaan alam mereka yang kemudian dapat dikelola sendiri,” (  Ismail .Walianggen )

Ismail menambahkan, selai dan sirup nenas yang dijual dalam bentuk kemasan diproduksi secara manual karena keterbatasan alat.

“Kami belum punya alat produksi yang memadai, jadi kami kerjakan secara manual sesuai dengan pengetahuan saya sewaktu mengunjungi pusat produksi nenas terbesar di Jakarta. Awalnya banyak yang tolak, tapi akhirnya kami bisa menunjukkan bahwa kami siap berdaya saing,” terang Ismail.

Menurut Dr. Nahor Nekwek, Kabupaten Yalimo sudah mulai bisa membuktikan potensi-potensi perkebunan, pertanian dan pertenakan kabupaten Yalimo. Hal inilah yang membuat Bupati Nahor Nekwek sangat semangat untuk lebih mengembangan sektor Pertanian. Perkebunan, Perikanan dan peternakan itu. Bahkan Bupati Nahor Nekwek menyatakan, bahwa bukan hal yang mustahil suatu saat Kabupaten Yalimo bisa membangun Pabrik Pengalengan Nenas dan Mengekspor Nenas Kalengan ke luar Negeri.

Dan, lanjut Bupati Nahor nekwek, jika seorang pemimpin bekerja dengan tulus dan tidak mengenal lelah untuk membangun daerah dan untuk mensejahterakan masyarakat, Tuhan pasti akan bukankan Jalan. Oleh karena sebab itu, Dr. Nahor Nekwek berpandangan bahwa Program Ketahan Pangan dan Food Estate Ketahanan Pangan sangat dibutuhkan untuk bisa di realisasikan di Kabupaten Yalimo khususnya dan di Provinsi Pengunungan Papua umumnya.

( Pemred Era Baru Papua News.com )

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 728 kali

Baca Lainnya