Dr. Nahor Nekwek Pemerintahan

Saturday, 10 December 2022 - 21:53 WIB

2 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M Firman Tuhan Filipi 4 : 6

Isi Filipi 4 ayat 6 mengajarkan umat untuk tidak khawatir terhadap sesuatu. Sebab, kekhawatiran dapat membuat seseorang larut dalam kesedihan, hingga rasa sukacita dan damai menjadi hilang.
Pendeta Jonar T. H. Situmorang berpendapat melalui Tafsir Surat Filipi, prinsip dari ayat tersebut adalah jangan terlalu mengandalkan manusia. Ada kalanya Allah memutus tali pengharapan kita kepada manusia agar belajar berharap hanya kepada-Nya.
Cara yang paling mudah agar dapat terlepas dari kekhawatiran yang berlebihan adalah berdoa. Doa tidak hanya sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga menjadi jembatan bagi-Nya untuk menghibur, menguatkan, dan memberikan kedamaian serta kesejahteraan di dalam hati.
Selain itu, ayat tersebut juga memberi pelajaran agar manusia selalu berdoa disertai dengan bersyukur. Sebab, ucapan syukur diperlukan agar doa setiap hamba cepat dikabulkan oleh Allah.
 
Alkitab. Foto: Pixabay
Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
 
Berdasarkan buku Memperdalam Akar Anda dalam Keluarga Allah oleh The Navigators, Filipi 4 ayat 6 adalah jenis doa spesifik yang Allah inginkan, yaitu berdoa dengan ucapan syukur. Manusia harus selalu bersyukur atas segala yang didapat, baik kesulitan maupun berkat. Dengan berdoa, kecemasan akan terganti dengan kedamaian.
Witness Lee juga menjelaskan dalam buku Ekonomi Perjanjian Baru Allah (2), jika Allah berjanji melalui ayat ini bahwa Dia akan menanggulangi segala kekhawatiran. Begitu kita memberi tahu Allah apa yang diperlukan atau tidak menyukai kekhawatiran yang datang, saat itu lah Allah akan langsung mengurusnya.
 
Dr. Ole Hallesby memberikan kata-kata dorongan yang berkaitan dengan Filipi 4 ayat 6 dalam bukunya yang berjudul Doa sebagai berikut:
Temanku yang tak berdaya, ketidakberdayaanmu adalah permohonan yang paling kuat yang muncul sampai ke hati Bapa yang lembut. Dia telah mendengar doamu dari awal Anda dengan jujur menangis kepadanya dalam kebutuhan Anda, dan siang dan malam Dia mengarahkan telinga-Nya ke bumi untuk memastikan adakah anak-anak manusia yang tidak berdaya yang berpaling kepada-Nya dalam kesusahan mereka.
Jangan cemas karena ketidakberdayaanmu. Di atas segalanya, jangan biarkan itu mencegahmu dari berdoa. Ketidakberdayaan adalah rahasia nyata dan kekuatan pendorong doa.

Artikel ini telah dibaca 731 kali

Baca Lainnya