Dr. Nahor Nekwek Pemerintahan

Wednesday, 7 December 2022 - 00:21 WIB

2 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M Firman Tuhan AMSAL 17 : 17

RENUNGAN
Amsal 17:17

Ada sebuah film mengisahkan cerita tentang seorang raja menghukum menterinya karena dinilai tidak sepaham dan tak searah tujuan mereka. Raja merasa menterinya sebagai saingan berat karena sangat banyak rakyat simpati dan hormat kepada menteri itu. Raja takut tersingkir.

Agar tidak ketahuan rakyatnya, diam-diam raja menghukum menterinya itu dengan cara menyekap di kamar gelap gulita dan tidak diberi makan, hanya diberi minum air putih sekedarnya. Perdana menterinya dibiarkan menderita kelaparan.

Hanya orang tertentu yang dekat dengan raja mengetahui hal ini. Padahal awalnya raja dan meteri itu bersahabat karib dan teman seperjuangan.

Setelah ditunggu beberapa lama, raja melihat bahwa menterinya tetap sehat dan segar. Raja membayangkan sebelumnya bahwa menterinya sudah kurus kering dan akan meninggal dunia pelan-pelan. Raja menyelidiki apa penyebabnya sehingga menteri itu tetap hidup sehat.

Ketahuanlah bahwa anjing kesayangan menteri sangat setia membawa makanan setiap subuh untuk tuannya lewat celah kecil ruang gelap itu. Melihat hal itu raja tertemplak dan malu. Dia ingat kembali bagaimana dulu kedekatan mereka berdua, tapi sekarang dia begitu teganya menyiksa orang terdekatnya itu. Raja merasa kalah dengan seekor anjing. Raja tidak tahan lagi, akhirnya menterinya dibebaskan.

Oleh karena beberapa hal tertentu bahkan persoalan sepele saja dapat membuat persahabatan di antara kita hilang. Teman yang dulunya dekat dapat menjadi jauh, persahabatan akrab dapat retak karena dipicu oleh kepentingan yang berbeda, atau bahkan oleh karena kesalahpahaman.

Dalam film di atas, seekor anjing yang dikenal sebagai binatang yang setia mengingatkan tentang bagaimana semestinya kita harus setia kawan dan menghargai persahabatan dan kerukunan. Jangan biarkan ego dan sikap mementingkan diri sendiri membuat kita retak dan tidak lagi menghargai orang lain… sahabatpun terlupakan atau tersingkirkan.

Tuhan Yesus memberi teladan yang baik. Semestinya kita dihukum, tetapi DIA datang menyelamatkan kita. Oleh kasih dan kuasa-Nya, Dia menyambung kembali tali hubungan kita yang telah putus dengan Allah akibat dosa.

Mari kita menghargai setiap orang dengan sikap kasih dan setia. Apapun yang dimiliki dan sehebat apapun kita, tanpa sahabat, semua itu tak berarti apa-apa. Hidup kita akan berarti jika bermakna bagi sesama, salah satu di antaranya adalah dengan persahabatan dan menghargai sesama kita. Penulis kitab Amsal mengatakan, ”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Mari kita renungkan dan melakukan ini.

Artikel ini telah dibaca 766 kali

Baca Lainnya