Dr. Nahor Nekwek Kabupaten Yalimo

Thursday, 27 October 2022 - 11:00 WIB

3 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M : 59 Tahun, Injil Masuk ke Lembah Pass Valley (GJRP ), Distrik Abenaho, Kab.Yalimo Tanggal 28 Oktober ( 1963 – 2022 )

Dr, Nahor Nekwek, S.Pd., M.M ( Bupati Kabupaten Yalimo ) mengatakan tanggal 28 Oktober 2020 merupakan hari yang bersejarah, dimana 57 tahun lalu Injil masuk Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo. Injil dibawa oleh penginjil dari Belanda sehingga kami jemaat GJRP ada di sini mengucap syukur. Hari ini juga sekaligus peresmian gedung baru gereja Jemaat Baitel. Untuk itu atas kebaikan dan pertolongan Tuhan yang diberikan kepada kita, pada kesempatan ini saya perlu sampaikan kepada para Pendeta dan kader-kader gereja untuk dapat memberitakan Injil karena Injil itu sangat penting.

Dr. Nahor Nekwek Menceritakan, Injil masuk di Abenaho pada tanggal 28 Oktober 1963, berdasarkan visi umum yang terdapat dalam Matius 28:19-20 berita INJIL mulai diberitakan dari Abenaho-Landikma-Nipsan-Langda-Bomela-Sumtamon-Lelambo-Samboka-Seradala-Awimbon-Bari-Brukmakot-Kobakma-dll.
 
Kini mulai berkembang ke ibu kota kabupaten seperti Wamena, Jayapura, Dekai, Oksibil, Elelim dan Kobakma dan terus berkembang ke daerah-daerah terpencil yang dalam bahasa aslinya dikenal dengan nama Pos Penginjilan (PI).
 

Sejak Injil masuk dalam kurun waktu 54 Tahun, 3 dekade telah dilewati oleh Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP), yaitu:

1. Masa Penginjilan (Tahun 1963-1984)

2. Masa Pengkaderan/Pembinaan (Tahun 1984-2007)

3. Masa Kemandirian (Tahun 2007-Saat Ini)

Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) pada tanggal 25 Juni 1984 dengan nama Gereja Jemaat-Jemaat Protestan Irian Jaya (GJJPI) melalui sinode AM pertama di Pass Valley (Abenaho). Titik ini merupakan langkah awal gereja memulai proses pembinaan oleh Zending Gereformeerde Gemeenten (ZGG) kepada pribumi GJRP. Dalam selang waktu sejak GJRP didirikan sebagai gereja Nasional, sebanyak XI (Sebelas) kali Sinode AM sudah dilakukan. Dalam sidang-sidang tersebut banyak hal sudah dibicarakan dan dilaksanakan oleh para pimpinan gereja.
 
Seiring berjalnnya waktu perubahan demi perubahan sudah mulai berjalan demi berdikari, dan kini GJRP menuju pada puncak gereja yang MANDIRI pada  Tahun 2019 pertepatan dengan pelepasan donor dana dari Zending Gereformeerde Gemeenten (ZGG). Demi melangkah pada Kemandirian gereja, banyak terobosan-terobosan yang dilakukan dalam hal perkembangan gereja.
Yayasan YPRP,YAKPESMI dan BPH menjadi motor penggerak menuju Kemandirian Gereja, disamping pelayanan Firman Tuhan ditingkat jemaat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam hal apa GJRP harus Mandiri ? Berikut bagian-bagian prinsip GJRP harus Mandiri, yaitu:

1. Self-Propagating (Kemandirian dalam Pekabaran Injil dan Penyampaian Firman Allah).

2. Self-Governing (Kemandirian dalam Kepemimpinan dan Pengurusan hal-hal Gerejani)

3. Self-Suporting (Kemandirian dalam Keuangan dan Pendukungan Program-Program Gereja).

Seiring berjalannya waktu, kemandirian gereja mulai dapat diwujudkan dari waktu ke waktu. Tanpa disadari GJRP kini menjadi gereja yang tua di Provinsi Papua. Banyak individu tidak percaya akan perkembangan gereja ke depan (pesimis), pemikiran ini tentunya melampaui ambang batas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
 
Setiap bahasa (gagasan) yang keluar dari mulut seseorang, adalah buah pemikiran dari pada pribadi itu sendiri. 54 Tahun sudah Injil diberitakan, pergeseran pola hidup terjadi dari waktu ke waktu. 33 Tahun GJRP berdiri sebagai gereja Nasional, bertanda GJRP bukan lagi gereja baru yang harus diragukan perkembangannya.
Kini saatnya umat Tuhan (warga GJRP) menyatukan persepsi, merumuskan visi agar gereja harus benar-benar ditegakkan dalam diri. Tuhan yang memulai, maka Tuhan pula yang akan mengakhiri, kita bergandeng tangan bersama untuk membangun Yalimo secara Total Dalam Berbagai Sektor, yang tujuannya adalah untuk kemajuan Kabupaten Yalimo dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Yalimo khususnya serta masyarakat Papua pada umumnya.
Akhirnya sekali lagi, saya ucapkan Selamat HUT ke 59, Injil masuk di Pass Valley, Abenaho, Kabupaten Yalimo.
( Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M )
 

Artikel ini telah dibaca 812 kali

Baca Lainnya