Dr. Nahor Nekwek Kabupaten Yalimo

Wednesday, 12 October 2022 - 18:26 WIB

4 months yang lalu

Dr. Nahor Nekwek, Program Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah

Ketahanan Pangan, tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah “kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”.

Pemerintah Pusat telah menjadikan ketahanan pangan masuk dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024 dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan. Kebijakan fiskal yang diambil Pemerintah melalui APBN 2022 dengan tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural juga memasukkan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Anggaran ketahanan pangan pada tahun 2022 yang mencapai Rp76,9 triliun, diarahkan untuk (1) peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan yang beragam, berkualitas, bergizi, dan aman; (2) peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan nelayan melalui penguatan kapasitas petani dan nelayan, penguatan akses terhadap input produksi, penyediaan sarana prasarana pertanian dan perikanan, serta mendorong mekanisasi dan penggunaan teknologi; (3) diversifikasi pangan dan kualitas gizi; (4) perbaikan iklim usaha dan daya saing; serta (5) penguatan sistem pangan berkelanjutan (pengembangan food estate).

UU Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety). “Kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tetap resilient di tengah pandemi. Sebagai penopang sektor pangan, pertanian menjadi sektor yang tetap tumbuh positif ketika sektor lain mengalami kontraksi. Bahkan sektor ini juga berkontribusi terhadap ekspor.

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan daerah, maka seluruh sektor harus berperan aktif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sampai ke tingkat perorangan. Daerah memiliki kebebasan untuk menentukan kebijakan pangannya sesuai dengan potensi, sumber daya dan kearifan lokal yang dimiliki daerah dan pelaku usaha pangan mempunyai kebebasan untuk menetapkan dan melaksanakan usahanya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya.

Untuk mewujudkan hal tersebut tiga hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pangan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, keterjangkauan pangan oleh seluruh masyarakat, pemanfaatan pangan atau konsumsi pangan dan gizi untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

Perwujudan ketersedian pangan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dilakukan dengan penganekaragaman pangan dan pengutamaan produksi pangan dalam daerah.  Perwujudan ketersediaan pangan dari aspek fisik dan ekonomi dilakukan melalui pengelolaan stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok. Pemanfaatan pangan atau konsumsi pangan dan gizi akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Di Kabupaten Yalimo, Gerakan Program Ketahanan Pangan telah mulai dilaksanakan oleh beberapa instansi, seperti contohnya, Pada hari Rabu jam 12.00 WIT Kapolres Yalimo Kompol Rudolof Yabansabra, S.H., M.H bersama kertua bhayangkari cabang Yalimo Ny. Fitriani Yabansabra. menuju kolam ikan Presisi Polres Yalimo di kampung Bulmu Distrik Elelim Kabupaten Yalimo, sesampai tiba di kolam ikan, Kapolres Yalimo pimpinan acara Tebar ikan di kolam Presisi milik Polres Yalimo, Kolam-kolam yang sudah di buat ini ada 6 kolam ini di bagi 1 kolam 1 Satfung agar Satfung-Satfung selalu memperhatikan kolam yang telah dibagi ini untuk selalu merawat dan memberi ikan yang telah di tabur ini,” Ucap Kapolres Yalimo;

Benih ikan yang ditebar di kolam ikan Presisi, Kampung Bulmu Distrik Elelim Kabupaten Yalimo berjumlah 2000 ekor yang terdiri dari 1000 ekor ikan lele, 1000 ekor ikan bawel.

Tujuan Penaburan ikan ini guna untung menjaga Ketahanan pangan demi terwujudnya kedaulatan pangan melalui ketersediaan (produksi dan cadangan pangan), keterjangkauan, konsumsi pangan dan gizi serta keamanan pangan berbasis bahan baku, sumber daya dan kearifan lokal, serta menjadi contoh menjadi masyarakat kampung Bulmu dalam menjaga ketahanan pangan. Kapolres Yalimo mengatakan “Kegiatan ini kita laksanakan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Yalimo Khususnya di Distrik Elelim Kampung Bulmu dalam kegiatan ini kita bersama sama nanti akan melakukan penebaran benih ikan di kolam Presisi milik Polres Yalimo, dimana kolam Presisi ini merupakan Hasil kerja keras dari Waka Polres Yalimo dan anggota Binmas” Ucap Kapolres Yalimo.
 
 “Selain penebaran benih ikan, Polres Yalimo juga melakukan pengoptimalan program ketahanan pangan penanaman Sayuran seperti bibit cabai dan terong serta kacang panjang untuk memenuhi kebutuhan yang ada serta dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk melaksanakan program ketahanan pangan,” tutup Kapolres.
 
Dr.Nahor Nekwek menyampaikan bahwa Salah satu sektor yang menjadi fokus pembangunan di daerah Provinsi Papua Pegunungan adalah sektor pertanian. Sektor ini dinilai dapat menghasilkan nilai tambah tinggi. Untuk itu, langkah-langkah terobosan dilakukan pemerintah agar sektor pertanian bisa turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Papua Pegunungan umumnya dan di Kabupaten Yalimo khususnya. Pertanian, Perekebunan, Peternakan, perikanan dapat meningkat ekonomi masyarakat. Hal ini tentunya berkontribusi secara langsung bagi pemabangunan daerah.

Artikel ini telah dibaca 866 kali

Baca Lainnya