Dr. Kenius Kogoya Politik

Saturday, 10 December 2022 - 11:53 WIB

2 months yang lalu

Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si, Sang Pelopor Kebangkitan Olah Raga Tanah Papua ( Bagian Pertama )

Salah satu catatan sejarah penting yang ingin dipaparkan pada cacatan akhir tahun 2022 ini ialah, Papua kini resmi menjadi provinsi olahraga setelah diumumkan hari ini, Jumat (20/5/2022) di Hotel Sultan Jakarta. Peresmian ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama oleh Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Deputi IV Kemenpora, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Produk Unggulan dan Infrastruktur, Wakil Ketua Komisi V DPRP, Wakil Sekjen KONI serta Tim Universitas Cendrawasih, pada Diskusi Strategis Kolaborasi Papua Menuju Provinsi Olahraga.

Hal ini adalah suatu prestasi yang dicapai dari persiapan panjang dan tekad kuat untuk membangun Olah Raga di Tanah Papua dan ingin  menunjukkan, bahwa Papua mampu mencapai prestasi tinggi dalam event olah raga terbesar di Indonesia. Persiapan yang panjang dan kerja keras yang tiada pernah henti, akhirnya bisa menghasilkan sebuah Prestasi yang fenomenal bagi kemajuan olah raga tanah Papua.

Sejak kapan perjuangan panjang itu dimulai dan siapa saja tokoh dibalik layar yang terlibat secara langsung dalam upaya membangkitkan olah raga di tanah Papua ini ? mungkin belum banyak orang yang tau karena memang belum pernah dipublikasikan secara langsung.

Catatan redaksi EBPN.news melihat bahwa diakhir tahun ini adalah waktu yang tepat untuk coba mengupas bagaimana perjuangan para tokoh-tokoh muda didalam berupaya untuk membangun olah raga tanah Papua secara maksimal.

Salah satu tokoh pelopor kebangkitan olah raga Tanah Papua seperti yang telah berhasil dicapai pada kondisi saat ini ( PON XX dan PEPERANAS XVI Sukses, Papua Memiliki Venue-Venue Olah Raga berstandar Internasional, Papua keluar sebagai 4 Besar PON XX Tahun 2021 ) ialah Ketua Umum KONI Papua saat ini yaitu Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si. Jika membahas tentang Kebangkitan Olah Raga secara otomatis tidak bisa terlepas dari KONI Papua dan juga PON XX Papua 2021

LOBBY dan BIDING MEMPERJUANGKAN PAPUA SEBAGAI TUAN RUMAH PON XX 2021

Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si adalah salah seorang Team lobby Papua tuan rumah PON XX  yang ditunjuk ( Keputusan Gubernur Papua No. 136 Tahun 2013, tentang Pembentukan Persiapan Provinsi Papua Sebagai Tuan Rumah PON XX ) memulai perjuangan formil yang cukup panjang dan melelahkan. Perlu memakan waktu hampir 8 tahun untuk bisa menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX Papua.

Semenjak Dr. Kenius Kogoya, S.P., M,Si masih menjadi anggota komisi V DPRP, Kenius Kogoya sudah sangat menyadari akan banyaknya potensi atlet-atlet Papua yang berprestasi yang perlu terus dibina dan ditingkatkan prestasinya. Kenius Kogoya juga menyadari, akan banyak sekali keuntungan bagi Papua jika bisa ditunjuk pemerintah Pusat sebagai tuan rumah PON XX. Semenjak itu bendera perjuangan dan tekad membara ditanamkan di visi dan misi Dr. Kenius Kogoya, bahwa Papua harus bisa menjadi tuan rumah PON XX.

Pada tahun 2013 team lobby PON XX Papua bersama para pejabat Pemprov Papua dan Papua Barat melakukan Bidding Penentuan tuan rumah PON XX Papua. Semua bersatu, Papua dan Papua Barat berjuang agar bisa memenangkan Bidding PON XX. Pada saat itu rencananya tuan rumah PON adalah penyelenggaraannya secara bersama Papua dan Papua  Barat. Namun dalam perjalanannya, terjadi beberapa ketidaksepahaman, akhirnya Papua menjadi Provinsi Penyelenggaraan PON XX tahun 2021. Sebelum pelaksanaan Bidding penulis memimpin Lobby dan mengunjungi ke 20 KONI Provinsi di seluruh Indonesia.

Puji Tuhan dukungan dari KONI Provinsi dari daerah-daerah di Indonesia kepada Papua sangat baik. Penulis juga memimpin team Lobby untuk mengadakan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh PB tiap cabang olahraga yang ada di Jakarta. Pada tanggal 21 Juli 2013 sebagai pemenang bidding untuk tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Tampaknya, Papua memiliki kesiapan untuk menjadi tuan rumah PON 2020.

Papua memperoleh dukungan 66 suara, Aceh dan Bali 46 Suara, Jawa Tengah 28 suara, Sumatera Utara 27 Suara, dan Sulawesi Selatan 23 suara. Memenangkan Bidding sebagai tuan rumah PON XX itu bukanlah hal yang mudah, Papua harus bersaing ketat dengan Provinsi-provisi lainnya di Indonesia yang mana secara sarana dan prasarana, mereka lebih siap dan lebih lengkap.

Kendati demikian, untuk memastikan diri menjadi tuan rumah PON 2020, Papua harus menunggu keputusan akhir dari seluruh anggota di rangkaian rapat anggota KONI, yang akan diadakan pada Februari 2014 nanti. Hal itu dilakukan, pasalnya Papua masih dianggap belum memiliki persiapan yang matang seperti kota besar Jakarta atau Surabaya, yang mampu melakukan persiapan yang lebih matang apabila terdapat event olahraga besar seperti PON ini.

Di samping itu, Papua harus mampu memenuhi syarat aturan Undang-Undang amandemen PON, yang menyatakan setiap kota yang masih minim pengalaman untuk menjadi tuan rumah harus menunggu proses selama enam tahun persiapan untuk beberapa hal, seperti ketua penyelenggara, persiapan yang sudah dimiliki oleh tuan rumah, cabang olahraga, dan fokus utama, untuk dijadikan penetapan tuan rumah yang dinyatakan resmi.

PON dibuat dengan tujuan untuk menyatukan bangsa kita ini. Kenapa? Karena dengan melalui olahraga kita dapat menyatukan bangsa ini dengan baik. Jika sudah berkaitan dengan olahraga, maka semua mata akan fokus dan tertuju dengan apa yang dilihat.

KONI Pusat sangat mendukung Papua sebagai tuan rumah pada ajang olahraga empat tahunan nasional tersebut, dan juga mewacanakan bahwa pada PON 2020 nanti tidak hanya di satu provinsi. Pasalnya, jika hanya satu kota, tentunya akan sangat berat untuk menanggung beban sendiri. Sama halnya dengan terakhir di Riau, sehingga menjadi bahan pembelajaran untuk PON berikutnya.

PON diadakan setiap empat tahun, sementara Indonesia memiliki 34 provinsi, jadi biar semuanya bisa kebagian menjadi tuan rumah dengan cepat tanpa harus menunggu lama.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto, mengatakan hasil RAT KONI 2014 mengenai penentuan calon tuan rumah PON ke XX pada tahun 2020 merupakan dasar dari provinsi apa yang akan menjadi tuan rumah PON.

Selain itu, pihaknya juga membuat kebijakan bahwa penyelenggaraan PON tak lagi di Pulau Jawa. Kebijakan ini dibuat supaya pembangunan sarana dan prasarana di setiap provinsi di Indonesia supaya lebih merata.Papua dipilih mayoritas suara dalam RAT KONI 2014. Ini merupakan dasar pertimbangan mengapa memilih provinsi tersebut menjadi tuan rumah Pertimbangan lainnya pemerintah berupaya agar PON menjadi salah satu event yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Sehingga semua daerah mendapatkan peluang yang sama menjadi tuan rumah.

Penetapan Papua sebagai tuan rumah PON ke XX tentunya bukan tanpa alasan. Sebelum dilangsungkannya RAT KONI 2014, Ketua Umum Koni Pusat, Tono Suratman, telah membentuk tim melakukan verifikasi terhadap bakal calon tuan rumah. Dari hasil laporan tim verifikasi, kami juga mendapatkan data dan informasi mengenai kesiapan masing-masing calon. Kami menilai Papua yang paling siap. Ini keputusan kolektif pemerintah, jadi bukan hanya keputusan sepihak dari Kemenpora saja.

Terpilih nya, Papua sebagai tuan rumah PON ke XX,menimbulkan kekecewaan bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Bali yang sama-sama telah mempersiapkan diri untuk dapat menggelar multievent olahraga tersebut. Setelah penetapan tuan rumah PON ke XX pada tahun 2020, Djoko Pekik menambahkan, KONI Pusat akan membentuk PB PON XX/2020 yang membantu pemerintah Provinsi Papua untuk menyelenggarakan PON.

Pemerintah Provinsi Papua secara resmi mendaftar sebagai tuan rumah PON ke XX  pada Senin (25/11/2019) siang di Kantor KONI Pusat Jakarta. Didampingi  oleh Ketua MRP Timotius Murib, Ketua DPRP Bert Tabuni, Staf Khusus Presiden Felix Wanggai, serta sejumlah Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur Papua Lukas Enembe selaku Ketua KONI Papua mengawali pendaftaran dengan berjalan kaki sejauh 500 meter dari Hotel Century Park menuju ke markas KONI pusat di bilangan Senayan, Jakarta Selatan. Beliau beserta rombongan diterima Wakil  Ketua Umum KONI Pusat Marsda TNI (Purn)  Ir KI Nugroho yang didampingi jajaran KONI pusat.

Sementara Kenius Kogoya sebagai tim pemenangan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2021, menuturkan bahwa dengan didaftarkannya provinsi paling timur di Indonesia ini sebagai tuan rumah maka kita telah menorehkan tinta emas bagi Tanah Papua.  Dengan kata lain, hal ini bakal menjadi momentum kebangkitan serta simbol bahwa Papua telah menjadi lokomotif pergerakan olahraga di Indonesia, khususnya di wilayah timur negeri ini.

Pendaftaran Papua sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2021 mengundang animo masyarakat yang lewat di sekitaran Bilangan Senayan Jakarta Senayan. Meski sedikit menghalangi para pengguna jalan untuk melintas, namun tarian yang kerap dijadikan ajang perlombaan di wilayah Papua ini, membuat para pengguna jalan berhenti sejenak melihat keramaian itu karena rasa ingin tahu dan ketertarikannya. Seakan berseru menyambut alunan musik riang yang memikat setiap orang untuk ikut bergoyang, senyuman cerah mengiringi riuh tepuk tangan sekitar.  Masyarakat Jakarta  yang tertarik  dengan  gemerincing atribut pakaian penari mulai memotret untuk sekedar mengabadikan momen kebersamaan itu dengan pawai mereka.

Seolah mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia memiliki beragam budaya yang patut dilestarikan, salah satunya budaya Papua. Dengan langkah ringan dan gerakan sederhana, tarian Yospan (Yosim Pancar) kini sukses merebut perhatian khalayak ramai. Kehangatan tarian ini yang mampu mengukir kenangan indah bagi jiwa orang-orang yang menyaksikan nya. Suatu kepuasan tersendiri dapat memperkenalkan budaya daerah mereka pada belahan Indonesia lainnya.

Mendapatkan respon positif masyarakat Jakarta dan masyarakat Papua yang tinggal di Jakarta, Gubernur Papua, Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si, bertambah semangat dan harapannya dalam mengupayakan Papua untuk menjadi tuan rumah ajang olah raga paling ditunggu masyarakat Indonesia. Waktu yang terus bergulir, bersamaan dengan teriknya siang tak menurunkan semangat masyarakat menikmati acara formal bertabur hiburan itu. Senyuman cerah nya tampak saat penyerahan dokumen pendaftaran kelengkapan Papua menjadi tuan rumah PON XX 2021. Penari Suku Dani diberikan kesempatan untuk mengemban tugas membawa berkas dokumen menuju tempat yang sudah tersedia.

Tanggal 24 Juni 2019, menjadi tambahan momen indah baru bagi masyarakat Papua yang menggelar acara The Soul of Papua sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.,Si penuh antusias menerima sorakan riang para peserta dan penonton yang hadir untuk berbagi suka cita dengannya. Kilatan flash kamera tak henti bersahut begitu kumpulan balon berwarna merah putih melambangkan tanah air tercinta dilepas terbangkan. Seakan balon-balon itu membawa citra Indonesia, yaitu kental dengan  keberagaman bangsa, suku, agama, daerah dan budaya, yang tetap menjadi satu kesatuan meski penuh ragam.

Menuju cita-cita yang tinggi tanpa meninggalkan satu wilayah pun. Selain untuk menegaskan semangat ke-Indonesiaan warga Papua untuk memperkokoh integrasi Papua sebagai bagian dari negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), acara ini merupakan ajang soft launching Papua Siap Menjadi Tuan Rumah PON 2020. Oleh karena acara ini adalah acara yang sangat penting dan bersejarah, maka hadir pula atlet-atlet nasional seperti Okto Maniani, Patrich Wanggai, Ferry Pahabo, Gerard Pangkali, dan Metu Duaramuri. Terlihat juga artis-artis asal Papua seperti Lala Suwages, Nobo Sasamu, dan Bona Pascal.

Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si mengatakan, tidak ada sekat-sekat, tidak ada hitam putih, semua yang ada di Papua sama dengan semua yang ada di NKRI, semuanya sama ‘Merah Putih’. Kenius Kogoya juga menuturkan, banyak anak-anak Papua yang mewakili Indonesia berkiprah di dunia internasional, tak terkecuali para atlet yang mewakili sejumlah cabang olahraga. Kenius Kogoya lantas menegaskan, jika semangat ke-Indonesiaan masyarakat Papua akan menjadi lebih kokoh apabila Papua diberi lebih banyak kesempatan seperti menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. ( Bersambung )

 

Artikel ini telah dibaca 1967 kali

Baca Lainnya