Dr. Kenius Kogoya Politik Uncategorized

Tuesday, 13 December 2022 - 18:14 WIB

2 months yang lalu

Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si, Sang Pelopor Kebangkitan Olah Raga Tanah Papua ( Bagian Ketiga )

Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si menyadari bahwa  Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional ke XX tahun 2021 di Papua  tidak hanya memberikan manfaat dari sisi olahraga saja tetapi ada juga dampak mafaat ekonomi yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat asli Papua sehingga ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Oleh sebab itu KONI Papua melakukan berbagai koordinasi dan kegiatan yang terencana dengan profesional demi suksesnya PON XX tersebut.

 

KONI PAPUA, AKAN MONITORING SETIAP CABOR GUNA MELIHAT KESIAPAN ATLET.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua tengah telah mempersiapkan atlet-atlet demi meraih kesuksesan dan hasil terbaik. Kini KONI sedang menyiapkan atlet-atlet untuk try out guna melakukan uji tanding, sehingga dapat diketahui kesiapan para atlet dan sejauh mana kemampuan para atlet untuk bertanding nantinya.

Jika diamati lebih jauh persiapan atlet Papua sudah begitu siap untuk bertanding, semenjak dilaksanakan TC kurang lebih 2 tahun tentu merupakan waktu yang terhitung panjang sepertinya juga terjadi tingkat kejenuhan yang luar biasa kepada atlet yang sedang TC. Sehingga perlu diberikan kesempatan kepada para atlet untuk melakukan Try Out guna mengembalikan keadaan yang baik dan kesiapan untuk bertanding.

Targetnya adalah akhir bulan Juli 2021 dipanggil semua atlet yang sedang melaksanakan TC di luar Papua untuk tes pada venue-venue PON di 4 Klaster, dengan tujuan mereka bisa sekaligus latihan di venue-venue yang ada di Papua dan juga melakukan Even-even yang bisa di setiap venue yang ada dan pada bulan September setiap atlit-atlit sudah harus berada di 4 klaster PON dengan penuh semangat.

Dan dalam waktu yang dekat  KONI Papua akan melakukan monitoring untuk pengecekan kesiapan atlet-atlet dalam menyiapkan kontingen Papua. tim monitoring akan turun setiap Cabor-cabor untuk melihat kondisi dan keadaan atlit  yang ada.

KONI PAPUA BISA KONTROL ATLET LEWAT APLIKASI SIDO

Untuk memaksimalkan pembinaan atlet, Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si ketika mempersiapkan pelaksanaan PON XX Papua 2021 yang juga ikut menyertakan kemajuan tekhnologi informasi. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua dibawah pimpinan Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si bisa melangkah lebih maju dengan membuat sebuah solusi jitu, yakni Sistem Informasi Data Olahraga (SIDO) dalam menyiapkan data base atlet, pelatih,  wasit, hakim/juri. Selain mengadakan Sistem Aplikasinya, juga dilaksanakan pelatihan Aplikasi Database SIDO tersebut yang bekerjasama denagn Pemerintah Provinsi Papua.

Dalam usia yang lebih dari 20 tahun KONI, baru pada pengurusan sekarang dilakukan pelatihan dengan sistem pengembangan aplikasi  digital hal ini terlihat lebih canggih, harapannya dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Data Olahraga SIDO dapat di lakukan pengelolaan dan pengumpulan data semua atlet maupun pelatih di Papua. Dan Pelatihan  Aplikasi Data Base ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Senin, (25/2/2019) diikuti oleh semua Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor).

Mensinkronisasi kan data dari pengurus cabang olahraga yang ada di Provinsi kemudian di input serta dilakukan pengelolaan dalam data base KONI Provinsi Papua. Setelah itu nanti akan terlihat di mana titik kelemahannya, sehingga akan ada solusi sedini mungkin.

 Persiapan program ini juga kurang lebih tiga bulan, menurut KONI dalam persiapan menggunakan terlalu cepat, biasanya untuk sebuah aplikasi disiapkan enam bulan sampai satu tahun, kali ini programnya baru, aplikasinya pun baru, kalau ada program atau aplikasi baru biasanya di beli.

Tapi ini dibuat sendiri jadi jelas ini adalah hal yang sangat luar biasa sekali dan harus dapat dukungan bersama dan dukungan dari berbagai pihak. Karena kedepannya tidak ada lagi informasi yang tertutup dari cabang olahraga, kalau ada data informasi pemprov khalayak ramai atau pun masyarakat bisa mengetahui masalahnya di mana. Dengan demikian, ketika ada rotasi atlet, pelatih, kita punya data base. Nanti kita akan melaunching bersamaan dengan Website KONI, seiring berjalannya TC terpusat data yang diinput juga berjalan. Sistem yang di bangun adalah data base nya sendiri yang berbasis Web, Mobile, Web KONI.

Masyarakat umum bisa melihat perkembangan-perkembangan, yang di bangun dengan semangat menghadapi PON 2021. Dengan adanya hal tersebut akan terlihat semua data persiapan atlet Papua untuk menjadi juara dari program aplikasi berbasis digital tersebut.

KONI Papua KIRIM TIM PON XX/2021 KE DAERAH

Dalam rangka menyiapkan atlet-atlet Papua menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 dalam menggapai prestasi dan kemenangan, Dr. Kenius Kogoya membuat Strategi akan menurunkan empat tim ke Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tim yang diturunkan ke daerah-daerah memiliki tujuab untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bakal calon atlet-atlet Papua sekaligus me monitoring kejuaraan di daerah dalam rangka persiapan pelaksanaan Training Center (TC) jelang PON XX.

Dari empat tim tersebut, tiga tim ditugaskan memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bakal calon atlit kontingen PON Papua yang tersebar di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Sedangkan satu tim lainnya diberi tugas untuk memantau dan me monitoring Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua yang berlangsung di Stadion Marora, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dari Kabupaten Merauke, tim yang bimbing langsung oleh Ketua Bidang Sarana dan Prasarana, Benny Jensenem dan Abdul Azis Kilkoda selaku anggota bidang Litbang KONI Papua memberikan informasi bahwa pemeriksaan atlet dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Kamis (30/8/2018) hingga Sabtu (1/09/2018) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.

Jadwal pemeriksaan selama tiga hari mulai hari (Kamis) dengan harapan Jumat dan Sabtu sudah bisa dipastikan untuk Kabupaten Merauke Selesai. Karena ada batasan dari pihak RSUD maka Merauke mulai dilaksanakan tes kesehatan sebanyak 35 atlet saja.

Sedangkan pemeriksaan atlet di Kabupaten Biak Numfor dijadwalkan akan dilangsungkan selama tiga hari mulai awal pekan depan (3-5 September 2018) dengan jumlah atlit sebanyak 200 orang. dimundurnya kegiatan tersebut karena minimnya ketersedian peralatan dan bahan-bahan medis di RSUD Baik Numfor.

Selain itu, dari arena Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua yang berlangsung di Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Hingga Kamis (30/08/2018) telah digelar 40 nomor lomba terdiri dari nomor lomba lari kategori remaja, yunior dan senior serta nomor lomba lempar, tolak dan lompat. Monitoring di Kejurda Atletik ini akan menjadi bahan evaluasi KONI Papua untuk persiapan TC PON Papua

( BERSAMBUNG )

Artikel ini telah dibaca 2035 kali

Baca Lainnya