Politik

Tuesday, 1 November 2022 - 21:35 WIB

3 months yang lalu

Dr. Kenius Kogoya Qoutes ” Dunia Berubah Sejak Yesus Datang Ke Dunia “

“Kita semua bergantung pada Yesus Kristus, pada kedatangan-Nya ke dunia untuk membukakan jalan yang melaluinya kita bisa memperoleh kedamaian, kebahagiaan dan permuliaan ”

Yesus Kristus datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa dan membukakan jalan untuk kedamaian, kebahagiaan, dan permuliaan kita.

Injil ini telah diperkenalkan pada berbagai zaman ke dalam dunia. Itu dipermaklumkan oleh para Nabi. Mereka memahami secara gamblang dan jelas bahwa Yesus adalah anak domba yang dibunuh sejak sebelum pelandasan dunia [lihat Wahyu 13:8; Musa 7:47], dan bahwa pada masa yang tepat Dia akan menyatakan diri-Nya kepada anak-anak manusia, bahwa Dia akan mati untuk dosa-dosa mereka, dan disalibkan untuk menuntaskan rencana keselamatan.

Ketika Yesus terbaring di dalam palungan, seorang bayi yang tak berdaya, Dia tidak tahu bahwa Dia adalah Putra Allah, dan bahwa dahulunya Dia menciptakan bumi. Ketika dekrit Herodes dikeluarkan, Dia tidak tahu apa pun tentang itu; Dia tidak memiliki kuasa untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri; dan [Yusuf dan Maria] harus membawa-Nya dan [melarikan diri] ke Mesir untuk melindungi-Nya dari dampak dekrit itu .… Dia tumbuh menuju masa dewasa, dan selama kemajuan-Nya diwahyukanlah kepada-Nya siapa Dia sebenarnya, dan untuk tujuan apa Dia berada di dunia. Kemuliaan dan kuasa yang Dia miliki sebelum Dia datang ke dunia disingkapkan kepada-Nya.5

Yesus, saat melakukan perjalanan di bumi ini, memenuhi misi-Nya, memberi tahu orang-orang Dia tidak melakukan mukjizat yang dikerjakan-Nya di tengah-tengah mereka dengan kuasa-Nya sendiri, tidak juga dengan kebijaksanaan-Nya sendiri; tetapi Dia berada di sana untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Dia datang bukan untuk mengupayakan kemuliaan manusia, dan kehormatan manusia; tetapi untuk mengupayakan kehormatan serta kemuliaan Bapa-Nya yang mengutus-Nya. Kata-Nya, “Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia” [Yohanes 5:43].

Sekarang, keistimewaan dari misi-Nya, dan yang membedakannya dari misi-misi yang lain, adalah ini: Dia datang bukan untuk mengupayakan kemuliaan dan kehormatan manusia, tetapi untuk mengupayakan kehormatan dan kemuliaan Bapa-Nya, dan untuk menunaikan pekerjaan Bapa-Nya yang mengutus-Nya. Di sinilah letak rahasia keberhasilan-Nya; dan di sinilah letak rahasia keberhasilan setiap individu yang bekerja di atas asas yang sama.

Yesus Kristus Putra Allah suatu kali ditempatkan dalam kondisi yang menuntut upaya terbesar untuk mencapai apa yang perlu bagi keselamatan jutaan anak Allah. Itu menuntut upaya dan kebulatan tekad terbesar yang harus dijalankan sebelum Putra Allah dapat melewati cobaan berat itu, pengurbanan yang diperlukan.

Yesus, Putra Allah, diutus ke dunia untuk menjadikan itu mungkin bagi Anda dan saya untuk menerima berkat-berkat luar biasa ini. Dia harus melakukan pengurbanan yang besar. Itu menuntut segala kuasa yang Dia miliki dan segenap iman yang dapat Dia kerahkan bagi-Nya untuk melakukan apa yang Bapa tuntut dari-Nya .… Dia tidak gagal, walaupun pencobaan tersebut begitu berat sehingga Dia berpeluh tetesan-tetesan besar darah .… Perasaan-Nya pastilah tak terungkapkan.

Dia memberi tahu kita Sendiri, seperti yang akan Anda temukan tercatat dalam bagian 19 dari Kitab Ajaran dan Perjanjian, bahwa penderitaan-Nya begitu hebatnya sehingga itu menyebabkan bahkan Dia “gemetar karena rasa sakit, dan berdarah pada setiap pori, dan menderita baik tubuh maupun roh—dan menghendaki bahwa Aku boleh tidak meminum cawan yang pahit, dan menciut.” Tetapi Dia secara berkelanjutan berkata dalam hati-Nya, “Bapa, bukanlah kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu jadilah” [lihat A&P 19:15–19].

Artikel ini telah dibaca 2032 kali

Baca Lainnya