Uncategorized

Monday, 2 January 2023 - 17:03 WIB

4 weeks yang lalu

dr. Jhon Manansang Wally, M.Kes : MEMBANGUN KESEPAHAMAN DAN KESEHATIAN MENEMBUS MASA SULIT BADAI PANDEMI COVID-19

I.       MEMASUKI ALAM PIKIR YANG VISIONER DAN REVOLUSIONER

Menarik busur panah ke belakang lalu melepaskannya ke sasaran target seperti yang sering dilakukan oleh laki-laki Papua dalam berburu di hutan, atau yang para atlit panahan lakukan di laga lombanya, itu adalah contoh tindakan kehidupan yang visioner dan revolusioner.

Berpikir visioner dan revolusioner harus dimulai dari memahami dan mempelajari dulu sejarah masa lalu, memahami situasi kondisi riil hari ini baru kemudian melihat jauh ke depan, bahkan akan apa yang kebanyakan orang tidak melihatnya akan terjadi. Tentu membangun sebuah visi besar, tidaklah cukup hanya dengan sejumlah ilmu pengetahuan normatif belaka, tetapi juga harus diikuti dengan sejumlah pengalaman internal, eksternal maupun transendental yang kuat dengan Sang Pemilik Hidup itu sendiri.

Hal ini penting karena perlulah disadari bahwa kita manusia ini sangat terbatas, sehingga kita harus peka dengan apa yang menjadi titipan, atau pesan atau visi Allah melalui setiap orang yang sedang dan akan dipakai Tuhan untuk maksud-maksud-Nya. Secara pribadi, iman keyakinan saya mengatakan bahwa Allah sangat mencintai Papua, terkhusus Kabupaten Jayapura, sehingga setiap dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses pemulihan dan rancangan Tuhan untuk menyatakan Cinta-Nya yang lebih besar lagi kepada kita di masa yang akan datang.

Berlatarbelakang dari sejumlah pengalaman masa lalu dan beberapa buku yang pernah saya tulis, seperti:

  • Papua Sebuah Fakta dan Tragedi Anak Bangsa;
  • Papua Dalam Ruang Tak Terbatas, Beyond Space and Time;
  • Dunia Dalam “Genggaman” Papua, sebuah Fenomena Geopolitik Global, di mana pada buku terakhir ini dengan jelas mengatakan bahwa Papua itu merupakan Pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland dan terletak di antara 4 benua dan 3 samudera, di mana titik epicentrum Papua itu berada di Sentani Kabupaten Jayapura, maka seluruh pikiran, rasa, isi hati dan intuisi saya berkata, bahwa Kabupaten Jayapura inilah “Emas Murni, Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi”, yang Tuhan berikan kepada Manusia, terkhusus bagi kita yang diberi kepercayaan dan kesempatan tinggal di tempat yang sangat berharga, sakral dan suci ini. Itulah sebabnya, melihat Kabupaten Jayapura ini janganlah dengan sebelah mata, setengah hati, akan tetapi sebaliknya inilah waktu yang diberikan kepada kita untuk melihatnya dengan menggunakan kacamata Sang Pencipta itu sendiri serta dengan sepenuh hati, keluhuran jiwa serta dengan alam pikir yang lebih visioner dan gerak yang revolusioner!

Beberapa buku terdahulu yang mendasari pemikiran dalam buku ini

Di samping gambaran tersebut di atas, juga dalam dunia nyata, sesungguhnya Kabupaten Jayapura ini mengandung begitu banyak energi potensial yang belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga bila itu dilihat dan dikelola dengan optimal, bukan tidak mungkin apa yang menjadi impian kita itu niscaya berhasil. Energi-energi potensial itu adalah potensi sumber daya manusianya, potensi sumber daya alamnya, dan terakhir yang sama sekali belum dilirik serta dimanfaatkan, adalah potensi sumber daya geopolitik dan geostrategi yang tidak ada duanya, sehingga bila energi potensial kabupaten ini dirancang dan dikelola dengan baik dan benar menurut ukuran dan standar yang terbaik, maka bukan tidak mungkin daerah ini bisa menjadi salah satu kota di dunia yang memiliki nilai mendekati sempurna.

Kabupaten Jayapura ini bisa menjadi salah satu kota di dunia yang rakyatnya akan merasa bangga dan berharga menjadi penghuninya. Menjadi salah satu kota di dunia yang jadi impian serta tujuan dari bangsa-bangsaa bahkan oleh setiap orang yang dilahirkan di planet bumi ini, akan terpatri di dalam hati dan nalurinya untuk berpikir serta berupaya agar dalam hidupnya, suatu saat nanti bisa menginjakan kakinya di kota ini; sebuah kota dari negeri yang sarat makna dan menyimpan banyak misteri; sebuah negeri yang terletak di urat nadi dan jantung hati Papua; sebuah negeri yang terletak di gerbang timur serambi Indonesia, sebuah negeri yang pernah dijadikan tempat basis tumpuan strategi lompat katak Jenderal Legendaris Douglas MacArthur untuk memenangkan Perang Dunia II dengan menekuk Jepang; sebuah negeri yang terletak di epicentrum lalulintas dunia; sebuah negeri yang terletak di titik nol bumi, sebuah negeri yang kata orang bagai sepotong Tanah Surga yang jatuh ke bumi.

Itulah besar dan berharganya kekuatan energi potensi yang terkandung di dalam diri Kabupaten Jayapura kita tercinta ini, sehingga bila tidak dipikirkan, disadari, dirancang dan dibangun dengan baik sebagaimana nilai potensi luar biasa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita ini, maka sesungguhnya kita sedang tidak bersyukur kepada Tuhan Allah yang Maha Dahsyat, yang kita sembah dan percaya itu.

Oleh karena itu semua, maka sekarang yang terpenting dan yang terutama adalah bagaimana kita dapat membangun kesadaran dan pengetahuan bersama tentang makna, misteri dan energi potensi yang terkandung di negeri kita ini terlebih dahulu, lalu jika itu sudah, langkah selanjutnya adalah merangkum semua potensi SDM terbaik dari negeri kita ini, dari seluruh tanah Papua dan juga SDM lainnya yang kiranya mau duduk bersama membangun visi dan misi besar ini bagi terwujudnya masa depan Kabupaten Jayapura yang lebih baik, cemerlang, aman, damai, maju, sejahtera, makmur dan indah sebagai di Eden Baru yang dilukiskan dengan kata-kata penuh harapan, yaitu Jayapura Emas di Tahun 2030.

Kita harus memulainya dengan menghimpun orang-orang yang sungguh mau serta memiliki hati dan pikiran besar untuk berpikir, merancang dan bekerja bagi masa depan kabupaten Jayapura ini dari sekarang. Langkah konkretnya, kita harus memulainya dari sekarang, memulainya dari apa yang ada di depan mata kita, yaitu bagaimana kita bisa ikut memikirkan dan memberi kontribusi bagi suksesnya PON XX di Tanah Papua yang menjadi tonggak sejarah kebangkitan Papua, kebangkitan Kabupaten Jayapura, kendatipun itu terjadi di tengah-tengah situasi dan kondisi pandemi Covid yang berat sebagai realita hari ini.

Pandemi Covid-19 yang garang mewabah dan merenggut banyak nyawa ini, telah menimbulkan rasa ketidakberdayaan, ketidakpastian dan kecemasan tinggi, pun juga dengan persoalan korban banjir bandang yang telah memporakporandakan rumah dan asset masyarakat korban. Mereka mereka kehilangan harta benda, modal hidup serta faktor trauma psikologis yang masih membekas pada anggota keluarga dan atau anak-anak yang kehilangan orang tuanya.

Terhadap itu semua, maka satu kata penting adalah bahwa kita sebagai insan beriman kepada Tuhan haruslah tetap semangat dan berpengharapan akan waktu Tuhan. Kita harus berpikir positif dan percaya bahwa suatu saat penderitaan dan air mata ini akan berakhir. Pemerintah hadir untuk mencarikan solusinya.

Air mata rakyat itu harus dihapus terlebih dulu, perut yang lapar harus dikenyangkan terlebih dulu, hati yang susah harus bahagia terlebih dulu, barulah kita akan bicara banyak tentang bagaimana membangun kabupaten ini, teristimewa membangun sumber daya manusianya yang menjadi inti dari tujuan pembangunan itu sendiri.

Untuk target jangka pendek, yaitu suksesnya PON, Peparnas dan Aman di kabupaten Jayapura ini, adalah segera kita berkomitmen, bersatu hati, bersatu padu dan berjuang bersama untuk menyiapkan segala sesuatunya lebih baik lagi dalam persiapan menyamput hari-hari yang sangat berharga itu. Kata kunci yang pertama dan terutama adalah doa dan kerja nyata mensukseskan Gerakan Vaksinasi Covid untuk mencapai 70% cakupan ditengah masyarakat demiterwujudnya HERD IMUNITY sebagai persyaratan mendasar dapat dilaksanakannya PON, PEPARNAS dan AMAN di Kabupaten Jayapura!

Jika sukses tahap pertama itu telah kita raih, maka sukses kedua yang akan kita raih adalah bagaimana kita dapat menyongsong terwujudnya Kabupaten Jayapura Baru dengan masa depan baru yang lebih baik, maka konteks dan waktu ini adalah waktu yang disediakan untuk kita dapat memahami harapan rakyat, harapan setiap masyarakat adat asli dan penduduk Kabupaten Jayapura, harapan dari para pemimpin pemerintahan, harapan dari setiap pemimpin dan umat beragama, harapan dari semua orang yang datang dan pergi di sini, dan terpenting adalah apa yang menjadi harapan Tuhan Sang Pencipta atas negeri dan kita yang diciptakan-Nya ini. Intinya, semua pendekatan harus mengedepankan suara hati yang bersumber dari Tuhan, ketimbang isi pikiran kita sebagai manusia yang terbatas.

Bagi pemerintahan baru ke depan, maka yang pertama- tama dan terpenting, adalah adanya komitmen dan kesiapan untuk melanjutkan, menjawab dan atau mengerjakan program-program unggulan pro-rakyat dari pemerintahan sebelumnya yang belum sempat diselesaikan, baik dari bapak Tonci Meset alm, bapak Barnabas Youwe alm, bapak DR. Ir. Yan Piet Karafir, bapak DR. Habel Melkias Suwae alm, sampai pada yang kita hormati saat ini bapak Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Tugas dan tanggung jawab utama dari pemerintah adalah mensejahterakan rakyatnya, yaitu menjamin kecukupan makan, pakaian, dan rumah yang layak bagi seluruh rakyatnya. Jadi sedapat mungkin bisa memberi solusi terhadap nasib dan situasi kondisi dari sebagian masyarakat kabupaten Jayapura yang saat ini masih terbelenggu dengan masalah- masalah kemiskinan dan ketidaksejahteraan. Demikian juga atas kesulitan mendapatkan air bersih, listrik, telekomunikasi dan jaringan internet yang telah menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat kita itu. ( Bersambung )

Artikel ini telah dibaca 905 kali

Baca Lainnya