Uncategorized

Tuesday, 30 August 2022 - 21:00 WIB

5 months yang lalu

Buku Berjudul ‘Jayapura Emas di Tahun 2030’, karya Dr. John Manansang Wally, M.Kes, AIFO-K

Dokter, pemerhati dan aktivis Dr. John Manansang Wally, M.Kes, AIFO-K, luncurkan buku karyanya berjudul ‘Jayapura Emas di Tahun 2030’. Peluncuran buku yang disertai bedah buku ini berlangsung di  di salah satu Ballroom Suni Garden Lake Hotel and Resort Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (30/8)

Dalam ringkasan buku tersebut setebal 43 halaman yang dibagikan saat peluncuran dan bedah buku, penulis yang juga mantan Direktur RSUD Abepura itu, menguraikan berbagai macam soal yang dihadapi masyarakat saat ini sekaligus memberikan jalan keluar dari permasalahan yang dimaksud.

Di tengah banyak persoalan seperti pandemi Covid-19, dan kegiatan masyarakat menyambut PON XX misalnya, penulis mengambil posisi dan perspektif  jalan tengah dalam menghadapi masalah-masalah itu.  Posisi yang diambil ini yang menurut penulis, buku ini dikerjakan semata sebagai persembahan murni untuk masa depan Kabupaten Jayapura  yang lebih baik.

Dalam buku ini, penulis yang juga sebagai pemerhati masalah sosial dan kesehatan Provinsi Papua itu, menguraikan berbagai upaya yang perlu dilakukan agar masyarakat dapat keluar dari krisis dengan mengajukan tiga kerangka tindakan hingga mencapai tahun 2030,  yakni, substansi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek adalah terkendalinya situasi Covid-19 di Papua, terselesaikannya masalah-masalah tuntutan ganti rugi hak ulayat, tuntutan penyelesaian masalah banjir bandang, tuntutan penyelesaian ruas jalan Depapre hingga masalah-masalah sosial lainnya yang kiranya bisa diselesaikan dengan baik dan bermartabat, dengan puncak harapannya adalah sukses PON XX dan Peparnas XVI Tahun 2021 di Jayapura.

Kemudian, untuk jangka menengah adalah  bagaimana upaya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat baik pangan, perumahan, infrastruktur dan fasilitas umum dasar, alat transportasi, jaringan telekomunikasi internet dan air bersih.

Sedangkan, untuk jangka panjang adalah menyangkut harapan masa depan Kabupaten Jayapura yang lebih baik, aman, damai dan maju. Konsep jangka panjang yang ditawarkan adalah Kabupaten Jayapura menjadi destinasi wisata global.

John  mengatakan, buku ini lahir dari suatu pergumulan berdasarkan dari pengamatannya selama ini.  Menjelang pelaksanaan PON XX 2021, menurutnya, semua pihak di daerah ini sudah harus bersatu, yakni, masyarakat, masyarakat adat, pemerintah serta seluruh komponen lainnya harus bersatu untuk menyambut pelaksanaan PON karena even PON ini adalah masalah harga diri kita orang Papua.

“Jadi ini harga diri kita, baik agama, pemerintah maupun adat itu kita pertaruhkan harga diri kita di PON ini,” tuturnya. Kalau kita bisa sukses PON itu, berarti kita bisa bicara masa depan. Tapi jika PON ini gagal, kita mau bicara apa. Karena hal ini salah satu indikator penting yang harus kita bersama. Oleh karena itu, kita mendesak bagaimana saya menulis buku ini siang dan malam untuk kita bedah hari ini,” kata dokter John Manansang Wally.

Dijelaskan John,  alasan dilakukan peluncuran buku di tengah-tengah kesibukan orang-orang saat ini terutama menjelang PON XX, karena pihaknya ingin memberikan informasi kepada semua orang, baik itu kepada panitia PON, pelaku-pelaku PON dan juga kepada seluruh masyarakat agar PON XX bisa sukses.

“Kita sedang memberikan satu sumbangan pikiran maupun tenaga untuk menyambut PON ini bisa sukses, sehingga kita kejar di hari ini untuk lakukan bedah buku tersebut, dengan harapan bisa disosialisasikan dan juga ditangkap pesan-pesannya,” beber dia.

Menurutnya, dalam kondisi masyarakat saat ini, pesan yang ia hendak sampaikan melalui buku ini adalah merangkul semua orang agar tidak berseberangan pandangan, bersatu padu mulai dari hati dan pikiran untuk mensukseskan PON.

“Caranya bagaimana? Pertama kita bersama-sama harus sukseskan dengan cara lawan atau kendalikan Covid-19, karena Covid-19 ini sangat menggangu, buktinya apa, yang lalu virus ini bisa tunda pelaksanaan PON, masa di tahun ini mau di tunda lagi. Karena Covid-19 ini merubah segala macam, jadi kita harus bisa lawan atau kendalikan virus Corona ini,” bebernya.

John yang juga bergerak di organisasi kemasyarakatan ini, menekankan bahwa cara untuk melawan Covid-19 adalah dengan melakukan vaksinasi (imunisasi), karena itu perlu mendorong agar semua pihak mau melakukan vaksinasi.

“Dengan imunisasi (divaksin) kita aman dan PON bisa berjalan sukses. Kita bisa pertanggungjawaban moral kepada pemerintah maupun dunia, bahwa kami sudah melakukan imunisasi atau vaksin mencapai level herd immunity (kekebalan kelompok), yaitu minimal 70 persen dari populasi yang di vaksin. Artinya, kita sudah membantu program pemerintah  untuk mencapai sukses PON tersebut,” imbuhnya.

Kemudian sifat substansial untuk jangka pendek yang harus diselesaikan, Jhon mengungkapkan, bahwa pemerintah harus menyelesaikan semua persoalan yang ada saat ini. Keluhan-keluhan rakyat ini harus diselesaikan cepat, supaya rakyat merasa terobati dan menyambut pesta olahraga terakbar ini dengan suka cita. Menurutnya, tidak boleh ada orang yang masih menangis atau menderita, karena belum mendapat hak-haknya.

“Di mana-mana orang melakukan aksi-aksi demo dan melakukan pemalangan, hal ini merupakan suasana yang sangat memilukan hati dan merendahkan kita. Namun memang itulah kebutuhan yang diminta masyarakat, jadi pemerintah harus segera respon agar kita bisa memasuki PON itu dengan suasana sukacita 100 persen,” paparnya.

Apresiasi 

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin), Hendrik Yance Udam, yang  mendapat kepercayaan  menelisik dan pengulik karya buku karya Dr. John Manansang Wally itu, mengapresiasi buku tersebut karena ditulis oleh seorang dokter dengan sangat kreatif dan bergaya sastra.

Menurutnya, buku  tersebut merupakan sebuah grand desain dalam membangun Kabupaten Jayapura di tahun 2030.

“Karya dokter John Manansang Wally ini, kita fokus bagaimana membangun Kabupaten Jayapura di tahun 2030. Untuk mencapai 2030 itu, semua stakeholder yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura harus terlibat dalam pembangunan. Jadi kita fokus untuk membangun Kabupaten Jayapura, karena buku ini ditulis untuk difokuskan membangun Kabupaten Jayapura di tahun 2030 mendatang,” katanya.

“Oleh sebab itu, fokus kita di dalam membangun narasi-narasi pembangunan di wilayah Kabupaten Jayapura itu dilakukan dari empat (4) skala prioritas utama, yaitu infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi kerakyatan di empat wilayah pembangunan yang ada di Kabupaten Jayapura,” tukas Hendrik Yance Udam.

Sumber Tifanews.com

Artikel ini telah dibaca 907 kali

Baca Lainnya